Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Daops Manggala Agni Paser Resmikan Demplot

octa-Octa • Senin, 8 April 2019 - 17:25 WIB

TANA PASER–Markas Daops Manggala Agni Paser didatangi para pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) dan daops lain se-Indonesia. Juga, jajaran instansi tingkat Provinsi Kaltim, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sabtu (6/4).

Kedatangan para tamu dari jauh ini dalam agenda Sosialisasi dan Peresmian Demplot Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat (Proklim) di Daops Manggala Agni Paser. Kepala Daops Paser M Faisal mengatakan, sejak berdiri 5 Maret 2009, Daops Paser optimistis bisa memberikan yang terbaik.

Pembuatan Demplot Proklim didasari Arahan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim pada 2017, dan membuat Daops Paser yang selama ini bertugas mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), juga bisa membantu mensukseskan Program Kampung Iklim (Proklim). Demplot diharapkan menjadi media atau contoh untuk instansi lain dalam melakukan aksi pengendalian perubahan iklim.

“Sejak beberapa tahun lalu kami sudah melakukan ini. Contoh karena jaringan air PDAM belum sampai dan sumur bor tidak bisa. Ternyata kita bisa memanfaatkan air hujan. Selain itu, ada kebutuhan peningkatan kesejahteraan yang ingin kami capai. Ternyata dengan membuka kolam ikan dan tanaman kebun kecil itu di demplot, sangat membantu pegawai untuk dikonsumsi,” ujar Faisal.

Lingkungan demplot harapan Faisal bisa menjadi wisata edukasi nantinya. Ada 7 kegiatan adaptasi dan 8 kegiatan mitigasi di demplot Daops Paser. Mulai pengendalian kekeringan, banjir dan erosi, hingga peningkatan ketahanan pangan. Untuk kegiatan Mitigasi, mulai pengelolaan sampah dan limbah padat hingga penggunaan energi baru terbarukan. 

Daops Paser berusaha bagaimana bisa memberikan contoh, karena masyarakat agak sulit jika tidak ada contoh yang baik. Dalam pertemuan bertema diskusi ini, hadir Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Raffles Brotestes Panjaitan, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Sri Tantri Arundhati, dan Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan Johny Santoso. 

Mereka membahas isu terkait perubahan iklim dan karhutla yang terjadi sejak 1982 hingga sekarang. Kondisi alam pun terus berubah seiring dengan perubahan iklim karena semakin padatnya jumlah penduduk. (pms/jib/kri/k8)

 

Editor : octa-Octa