Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gap Sekolah Swasta-Negeri Masih Lebar

izak-Indra Zakaria • 2019-05-05 09:41:22

BALIKPAPAN–Kekurangan guru dan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah jadi pekerjaan rumah Pemkot Balikpapan dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Selain itu, masih ada jurang antara sekolah negeri dan swasta. Permasalahan itu diungkapkan Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin.

“Ada sejumlah sekolah swasta yang belum bisa berkembang dengan baik. Karena pengelolaannya yang kurang maksimal. Sehingga kurang diminati calon siswa saat kelulusan,” bebernya kepada Kaltim Post. Kondisi ini tak ideal dengan masih kurangnya daya tampung sekolah. Misal untuk SD tahun ini berjumlah 11 ribu lulusan. Sementara sekolah negeri hanya bisa menampung sekira tujuh ribuan siswa untuk SMP.

Sementara masih ada empat ribu lulusan yang mau tak mau hanya bisa ditampung sekolah swasta. “Sementara lulusan SMP ada 10.330. Dengan daya tampung  SMA/SMK negeri hanya 6.800 lulusan. Sisanya harus masuk swasta,” katanya. Dengan manajemen sekolah yang bagus dan yayasan yang kuat, Disdikbud memastikan tak ada masalah. Berbeda bila sebaliknya. Orangtua calon siswa tentu menginginkan anaknya untuk mendapatkan mutu dan kualitas pendidikan yang minimal setara dengan sekolah negeri. Di luar dari ketentuan sekolah negeri yang bebas biaya pendidikan.

“Ini pekerjaan rumah terbesar kami. Untuk singkronisasi antara keinginan orangtua menyekolahkan anaknya di sekolah yang berkualitas baik negeri dan swasta. Di mana swasta juga supaya bisa memberikan pelayanan yang baik tapi tidak berbiaya mahal,” bebernya. Sementara itu, menyambut Hardiknas, Disdikbud Balikpapan menggelar sejumlah kegiatan. Kemarin, sekira 750 pelajar dan guru olahraga mengikuti fun run di kantor Disdikbud bekerjasama dengan Kaltim Post.

“Ini rangkaian kegiatan. Setelah upacara bendera,  (2/5),” ungkapnya. Dengan tema menguatkan pendidikan dan meningkatkan kebudayaan, Disdikbud juga mengadakan pertunjukkan wayang kulit, madihin dan karawitan. “Termasuk SKJ jadul yang diikuti 1.200 pelajar. Dan peluncuran 37 judul buku sumbangsih pelaku pendidikan Balikpapan untuk mendukung program literasi nasional,” katanya. (rdh/riz)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan