Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Golkar Seksi, Di Internal Bakal Sengit

izak-Indra Zakaria • 2019-06-03 13:14:05

Politik di Kukar menyambut Pilkada serentak pada 2020 memang masih sangat cair. Namun sejumlah catatan pasca Pemilu 2019 mulai bisa membuka peluang untuk membaca peta pertarungan Pilkada Kukar mendatang.

 

Muhammad Rifqi, Tenggarong

 

Momentum Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 lalu bakal menjadi variabel penting untuk membuka tabir arah politik Pilkada Kukar 2019 mendatang. Sebut saja, jumlah kursi legislatif di DPRD Kukar yang akan menjadi penentu mitra koalisi. Tak cukup disitu, restu dukungan dari ketua umum masing-masing-masing parpol tak kalah penting. Sehingga serpihan sisa politik pilpres pun diyakini tetap memberikan intervensi politik ke daerah.

Akademisi politik asal Universitas Mulawarman (Unmul) Soni Sudiar pun menyampaikan analisanya untuk pertarungan Pilkada Kukar 2020. Dikatakan Soni, pasca Rita Widyasari tak lagi terjun pada Pilkada Kukar 2020, sejumlah tokoh pun memiliki peluang yang sama. Tinggal pendekatan politik serta persiapan yang matang akan menjadi penentu kemenangan.

Namun sebelum memiliki peluang menang, dukungan parpol atau tiket dukungan melalui jalur perseorangan harus benar-benar dimiliki. Tanpa itu, meski pun kans besar sudah dimiliki, namun kandidat tak bakal bisa bertarung. Dilihat dari jumlah kursi, maka Golkar memiliki kekuatan yang besar untuk mencalonkan sendiri paslon Bupati Kukar. Yaitu dengan perolehan 13 kursi.

Sejumlah nama dari kader Golkar pun disebut mulai muncul. Di antaranya adalah Muhammad Syahrun, Muhammad Salehuddin dan Syarkowi V Zahrie. Ketiga nama tersebut memiliki basis masa yang riil dan berbeda, melalui peta dukungan masyarakat Kukar yang mengantarkan ketiganya menjadi anggota DPRD Kaltim dapil Kukar.

“Ketiganya ini hampir dipastikan sudah lolos di DPRD Kaltim. Artinya, dukungan dari masyarakat sudah ada. Peluang mereka juga cukup besar dengan masih hangatnya dukungan konstituen mereka tadi. Walaupun pertarungannya nanti bakal sengit,” ujar Magister Politik asal Universitas Gadjah Mada itu.

Namun yang menjadi catatan adalah, saat ini Golkar belum memiliki Ketua DPD Kaltim definitif. Sehingga, arah dukungan partai bisa jadi ditentukan dari calon yang terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Kaltim. Sejumlah nama digadang-gadang bakal mencalonkan diri menjadi Ketua DPD Golkar. Seperti Rahmad Masud dan Makmur HAPK.

“Dukungan dari Ketua DPD Golkar Kaltim nanti bisa menjadi tiket pengantar. Karena tiket yang sebenarnya dipegang oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto yang saat ini menjadi menteri di kabinet Presiden Jokowi. Karena itulah, saya katakaan politik pilpres juga menjadi salah satu variable pentingnya,” katanya.

Arah politik Golkar pada Pilkada 2020 ini menurutnya masih bisa diimbangi oleh partai-partai koalisi lainnya. Apalagi, sepeninggalan Rita Widyasari, nahkoda Golkar di Kukar tak sekokoh sebelumnnya. Apalagi sebelumnya, kekuaran gerbong Rita bisa menarik dukungan sejumlah parpol baik dalam kebijakan di parlemen maupun lainnya.

“Meskipun Rita saat ini masih menjalani hukuman, namun dia masih memiliki suara yang didengar oleh masyarakat. Ini juga harus diperhitungkan,” imbuhnya lagi. (qi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#kutai kartanegara