Bagi warga Tana Paser tak perlu ke daerah lain bila hendak merasakan suasana alam indah nan asri. Bumi Daya Taka sudah menyediakan itu.
TANA PASER, Muhammad Najib
LIBUR panjang Lebaran 2019 kali ini terutama setelah Idulfitri, dipastikan dimanfaatkan warga Kabupaten Paser untuk berlibur. Bagi yang tidak bepergian ke luar kota, banyak objek wisata lokal yang ditawarkan. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser Yusuf Sumako optimistis pariwisata Bumi Daya Taka bisa membaik seiring berjalannya waktu.
Pihaknya pun memastikan keamanan dan asuransi pengunjung jika memasuki lokasi wisata outdoor, seperti Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis di Kecamatan Batu Engau, ataupun Wisata Kampung Warna-Warni Pelangi di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot.
“Apalagi setelah disetujuinya Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (Rippda) Kabupaten Paser 2020–2025. Anggaran untuk pengembangan pariwisata Paser bakal meningkat. Banyak objek wisata di Paser yang bisa jadi opsi pilihan warga lokal atau luar yang datang ke sini,” ujar Yusuf (2/6).
PALING MENDONGKRAK: Museum Sadurengas ini merupakan objek wisata paling tinggi pendapatannya untuk daerah dalam beberapa tahun terakhir. Para wisatawan dari luar pasti dibawa pemerintah daerah mengunjungi peninggalan bersejarah ini.
Bahkan pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai pucuk pimpinan Disporapar Paser itu mengatakan, beberapa objek wisata di Paser bisa saja mendunia, jika didukung fasilitas infrastruktur yang mumpuni. Selain wisata sejarah dan budaya di Museum Sadurengas Paser Belengkong, wisata gua dan pemandian cukup beragam di Paser. Mulai Gua Tengkorak di Kecamatan Batu Sopang, Gua Mangkulangit di Kecamatan Muara Komam, hingga pemandian air panas di Kecamatan Long Kali.
Eco Agrowisata outbond milik PT Kideco Jaya Agung di Desa Samurangau, Batu Sopang, dan kolam pemancingan di Desa Padang Pengrapat. Serta beberapa spot air terjun. Kecamatan Kuaro dengan yakni Desa Pondong Baru dengan pelabuhannya dan Desa Pasir Mayang dengan pasir putihnya yang kini akses daratnya bisa mudah ditempuh.
“Objek wisata alam ini bisa mendunia jika bisa dikelola lebih maksimal lagi. Tentunya dengan anggaran yang besar. Tapi kami yakin pendapatan asli daerah melalui objek wisata bisa meningkat tiap tahunnya, apalagi tahun ini,” tuturnya. (ypl/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria