SEMENTARA itu, jalan poros Balikpapan-Samarinda hingga H+3 Lebaran terpantau ramai lancar. Dari pantauan Kaltim Post kemarin (7/6), kendaraan dari Balikpapan ke Samarinda terlihat padat. Jika pada tahun sebelumnya kendaraan menumpuk dan macet di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 38 Samboja, sekitar SPBU, kini tak ada lagi kemacetan. Begitu pula kawasan Rumah Makan Tahu Sumedang di Km 51 dan Km 54.
Di titik-titik tadi, pada tahun lalu merupakan kawasan macet arus mudik. Arus kendaraan tersendat antara 10-20 menit karena petugas Ditlantas Polda Kaltim memberlakukan buka-tutup menjadi satu jalur. "Kemacetan tahun ini berkurang," sebut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Dari pantauan Kaltim Post, kemarin pada pukul 15.00 Wita dari Samboja hingga RM Tahu Sumedang, kendaraan ramai dari arah Samarinda menuju Balikpapan didominasi mobil dan sepeda motor. Ada pula mobil bak terbuka, jenis pikap yang mengangkut manusia.
"Biasanya mereka berkunjung ke rumah kerabat dan ke Pantai Manggar," tuturnya. Ini setelah petugas yang berjaga di pos pengamanan dan pelayanan menghentikan mobil bak terbuka tersebut. "Mereka kami imbau untuk tidak bawa penumpang, karena bukan peruntukannya. Bahaya, potensi kecelakaan," jelasnya. Terpisah, Kasat PJR Ditlantas Polda Kaltim AKBP Bramanto menambahkan, arus kendaraan yang dipantau oleh tim Pos PJR Km 51 dalam keadaan ramai lancar. "Sampai H+2 Lebaran tidak ada macet, namun tetap ramai," ungkapnya.
Di jalur mudik ini, terdapat 4 pos pengamanan. Yakni Km 10, Km 38, Km 54, dan Km 10 Loa Janan. Selain itu, pengendara dapat istirahat sejenak jika lelah berkendara. "Selain lokasi tadi, Masjid Cheng Ho di Batuah, Kukar, juga ramai pengendara berhenti. Arus kendaraan tetap lancar," urainya. Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan, berkurangnya kemacetan pada tahun ini karena banyak masyarakat mudik ke luar Kaltim. "Kemungkinan karena sudah mudik duluan atau memilih jalan-jalan di kotanya masing-masing," terangnya.
Adapun untuk peristiwa kecelakaan, hingga kemarin, tidak ada yang dominan. Kecelakaan berada di jalan perkotaan, didominasi sepeda motor dan kecelakaan tunggal. "Penyebabnya, faktor lelah dan tak tertib lalu lintas, di antaranya melanggar markah dan batas kecepatan," imbuhnya. Sementara itu, hujan turun yang beberapa hari terakhir membuat jajarannya ekstra lakukan pengawasan jalan poros. Khususnya di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Sebab, kondisi hujan disertai angin kencang berpotensi membuat pohon rawan tumbang. (aim/riz/k18)
Editor : izak-Indra Zakaria