Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Edukasi DBD dan Larangan Kantong Plastik

adminbp-Admin Balpos • 2019-08-09 10:54:57

BALIKPAPAN - Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara gelar sosialisasi komunikasi dan edukasi masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan yang dirangkai rapat koordinasi (rakor) di Auala Kelurahan, Rabu (7/7) malam.

Kegiatan tersebut mengundang dari Puskesmas Muara Rapak dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menjelaskan tentang tata cara menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastik dan penyakit DBD. Kegiatan dihadiri dari Puskesmas, DLH dan jajaran, kelurahan, LPM, karang taruna, LKM, ketua RT, dan tokoh masyarakat, serta Mahasiswa Universitas Balikpapan yang melaksanakan KKN.

Dalam kesempatan ini, Kabid Penaatan Hukum dan peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Rusdiana menjelaskan, memasuki hari raya Iduladha, setiap kelurahan pasti melakukan pemotongan hewan kurban. Dengan begitu, dia meminta kepada ketua RT yang hadir untuk tidak menggunakan kantong plastik saat membagikan daging kurban, mungkin bisa menggunakan baskom.

"Memang untuk saat ini masyarakat masih bingung dengan pengganti kantong plastik, sehingga masyarakat masih mencari solusi yang baik dengan bermusyawarah di tingkat RT," kata Rusdiana.

Lanjut, Rusdiana mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik. Sebab, plastik akan menjadi sampah yang perlu ratusan bahkan ribuan tahun agar bisa terurai di alam. Sehingga salah satu cara mengurangi penggunaan sampah plastik ini berasal dari masyarakat itu sendiri. Akibatnya volume sampah terus meningkat dan menumpuk di sepanjang jalan, drainase hingga TPS penuh dengan sampah.

“Sampah-sampah inilah yang membuat terjadinya pendangkalan dan penyumbatan," ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Muara Rapak Fahmy Rosady melanjutkan untuk masalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memang masih menjadi permasalahan yang cukup serius untuk ditangai, kenapa begitu, karena jika ada yang menderita DBD dan tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian.

"Untuk di Muara Rapak ini memang merupakan wilayah daerah endemik DBD, sehingga kami menerapkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan," imbuh Fahmy.

Nyamuk menjadi salah satu ancaman saat hujan. Jenis nyamuk seperti Aedes aegypti bisa menularkan virus dengue yang menyebabkan penyakit DBD. Masyarakat diimbau lebih sadar dalam mencegah dan mengendalikan penyakit DBD. Perilaku masyarakat yang tidak sadar terhadap pemberantasan sarang nyamuk seperti tidak menutup tempat penampungan air dengan rapat, atau membiarkan kaleng bekas dan botol terbuka sehingga dapat menampung air hujan akan menciptakan tempat nyamuk bertelur dan berkembang.


"Populasi nyamuk meningkat apabila ada tempat pengembangbiakkan. Pada musim hujan yang tadinya tidak ada air, menjadi banyak genangan dan kaleng atau botol terbuka terisi air maka di situlah jentik nyamuk akan tumbuh," paparnya.

Lurah Muara Rapak Nunung Nurjaya menambahkan, kegiatan sosialisasi ini memang difokuskan tentang kebersihan lingkungan di masyarakat terutama dengan penggunaan kantong plastik. Dalam hal ini memang masih ada keraguan masyarakat khususnya panitia kurban agar tidak membagikan daging dengan menggunakan kantong plastik.

"Warga masih dalam kesulitan mencari solusi yang tepat untuk mengganti kantong plastik dengan yang lain," akunya Nunung.

Sedangkan untuk DBD ini juga suatu hal yang tidak akan pernah habis, karena muara rapak masih merupakan wilayah endemik. Maka itu dirinya mengajak masyarakat melakukan pencegahan penyakit DBD melalui kerja bakti yang bisa digelar setiap bulannya, pemberian abate pada penampungan air hingga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Dari kegiatan tersebut justru dapat mengurangi kasus DBD di lingkungan masyarakat," jelasnya.

Kegiatan ini tidak hanya terkait sosialisasi komunikasi dan edukasi saja, akan tetapi kegiatn juga di rangkai dengan rakor RT. Rakor ini mengajak masyarakat sekitar untuk memasang umbul-umbul demi  memeriahkan HUT RI.

Selain itu, warga juga mengusulkan pada pihak terkait agar dapat membangunkan sekolah negeri di lingkungan Muara Rapak, karena banyak anak kesulitan bersekolah dengan sistem zonasi.

"Pada kesempatan ini, warga berharap dan mengusulkan ke pemerintah melalui kelurahan untuk bisa dibangunkan sekolah negeri. Agar kedepannya warga Muara rapak tidak kesulitan mencari sekolah," harapnya warga. (may/rus)

Editor : adminbp-Admin Balpos