Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tongkang Bocor, Batu Bara Terendam, DLHK Khawatir Sungai Tercemar

izak-Indra Zakaria • 2019-09-03 14:01:13

TANJUNG REDEB - Salah satu tongkang bermuatan batu bara, mengalami kebocoran di perairan Pulau Besing, sejak Minggu (1/9) siang.

Dikatakan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Mahdi Hasan, pihaknya memang belum mendapat informasi yang menyebabkan terendamnya batu bara di sungai tersebut. Namun menurutnya, jika batu bara sudah terendam di sungai, tentu akan memberikan dampak pada kualitas air. “Yang jelas ada pencemaran,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (2/9).

Untuk itu, pihaknya meminta perusahaan pemilik batu bara segera mengambil tindakan, agar pencemaran yang ditimbulkan tidak memberi dampak yang semakin besar. 

Terpisah, petugas operasional Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb, Sukriadi, menjelaskan insiden tersebut melibatkan dua tongkang pemuat batu bara. Yakni TB Atlantik/BG Indomarina 3002 dan TB Bloro 30/BG Robby 78.

Dijelaskannya, insiden tersebut bermula saat TB Atlantik melakukan pelayaran dari tambatan PT KJB, sekitar pukul 00.01 Wita, Minggu (1/9), menuju muara pantai. 

Dalam perjalanan, tepatnya sekitar pukul 13.45 Wita, kapal tersebut kandas di perairan lantaran air sungai dalam kondisi surut. Sehingga perjalanan dihentikan sementara, sambil menunggu air pasang.  

Saat TB Atlantik berhenti, TB Bloro 30/BG Robby 78 memaksa melintas melalui sisi kanan TB Atlantik. TB Bloro 30/ Robby 78 pun menabrak sisi kiri belakang TB Atlantik. 

"Informasinya seperti itu. TB Atlantik sudah kandas duluan dikarenakan air surut. Namun TB Bloro memaksa melintas sehingga terjadilah insiden,” ujarnya kepada Berau Post.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemilik kapal yang rencananya hari ini sudah tiba di Berau untuk melakukan evakuasi. "Dari Samarinda. Rencananya pemilik kapal akan ke sini dan membawa beberapa peralatan untuk evakuasi,” terangnya.

"Rencana kami juga akan meninjau ke lokasi sambil menunggu air surut untuk memantau kondisi kapal.  Karena kalau lagi pasang tak bisa dilihat kebocorannya,” jelasnya.

Disebutnya, tongkang belum bisa dikatakan karam. Hanya mengalami kebocoran yang mengakibatkan kemiringan. (*/sgp/*/oke/udi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Peristiwa