DERITA 18 kepala keluarga (KK) di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menarik simpati banyak pihak. Ya, Kamis (26), ke-18 KK itu kehilangan tempat berteduh setelah dilalap si jago merah. Perhatian juga diberikan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Tenggarong, Selasa (1/10).
“Memang bantuan kami ini tidak seberapa. Tapi diharapkan dapat membantu meringankan derita para korban kebakaran di Loa Ulung ini,” ucap Agus Shali selaku perwakilan PSHT Tenggarong kepada petugas di posko bantuan kebakaran didirikan Polsek Tenggarong Seberang di Loa Ulung.
Bantuan yang diserahkan Agus bersama rekan-rekannya itu berupa sembako, juga pakaian serta uang tunai. Tentu saja kepedulian PSHT Tenggarong itu diapresiasi hangat Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf. Mengingat seberapa pun nilai atau besarnya bantuan diberikan pihak lain, sangat berarti bagi korban kebakaran.
“Saya mewakili warga yang kediamannya terbakar, menyampaikan terima kasih atas kepedulian berbagai pihak. Karena banyak korban itu, tidak sempat menyelamatkan harta-bendanya. Hanya pakaian melekat di badan saja. Terpenting bisa selamat dari amukan api saat kejadian,” ujar Rauf.
Kebakaran di Loa Ulung melalap kediaman Ahmadi (55), Ardus (42), Salman Gemon (46), Dani Sopyan (38), Suyono (47), Masnah (52), Jamal Mustakim (41), Isnansah (34), Jumrianto (53), Eko Sutrisno (48) dan Kusrini (38). Api juga menghanguskan Kantor Pusban Desa Loa Ulung dan Rumah Bank Sampah. Kerugian material mencapai Rp 1,7 miliar setelah sebanyak 17 bangunan terbakar. “Kami terus mengingatkan supaya warga waspada bahaya api. Jangan lengah sedikit pun terhadap berbagai hal dapat memicu kebakaran,” tegas Rauf, lagi. (idn/nin)