TENGGARONG - Meski dianggap paling efisien dan aman, selama belasan tahun bongkar muat di ship to ship transfer (STS) Muara Jawa tak pernah dilakukan. Para investor batu bara selama ini memilih bongkar muat di perairan Muara Berau. Namun untuk pertama kalinya investor akhirnya melakukan bongkar muat di STS Muara Jawa pada Sabtu (26/10) akhir pekan lalu.
Kapal Vesel MV Antoine yang telah sandar sejak Jumat (25/10) kemarin segera melakukan bongkar muat di STS Muara Jawa. Momen ini pun menjadi bagian sejarah pelayaran di Kaltim, sekaligus sebagai pintu masuk mendongkrak perekonomian masyarakat di pesisir Kukar. Tak hanya berpotensi perputaran uang ratusan miliar rupiah, keberadaan STS ini juga membuat geliat pertumbuhan industri batu bara semakin tumbuh.
Kaltim Post pun berhasil menghubungi Loeis Subowo selaku investor yang pertama kali melakukan bongkar muat di STS Muara Jawa. Aktivitas bongkar muat tersebut diperkirakan akan dilakukan selama empat hari. Loeis Subowo mengatakan, dirinya memilih melakukan bongkar muat di STS Muara Jawa lantaran dianggap lebih efisien dari sisi pengeluaran dan waktu.
Selain itu, faktor keselamatan pelayaran juga menjadi pertimbangan utama karena keberadaan STS Muara Jawa yang berada di sekitar delta mahakam dianggap menjadi lokasi yang ideal dan paling aman. “Saya hanya ingin membuktikan jika STS Muara Jawa memang aman dan aktivitas bongkar muat di sana lebih murah. Lokasinya jauh lebih dekat dibanding di STS Muara Berau,” ujarnya.
Ini juga untuk menampik jika lokasi terdapat pipa migas yang terbentak dalam radius batas aman STS Muara Jawa. Sehingga, lintasan yang dilalui oleh kapal yang akan melakukan bongkar muat batu bara di STS Muara Jawa dipastikan aman. Hal ini juga sudah disosialisasikan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kuala Samboja kepada para pengusaha bongkar muat batu bara.
Jika dihitung dari daratan Muara Jawa, maka hanya perlu delapan jam untuk menuju STS Muara Jawa. Berbeda dengan STS Muara Berau yang memiliki jarak tempuh tiga kali lipat. Penghematan bahan bakar serta efisiensi transportasi laut pun menjadi yang patut diperhitungkan melakukan bongkar muat di STS Muara Jawa. “Kita pengusaha memang mencari yang paling efisien. Keberadaan STS Muara Jawa memang lebih efisien,” tambahnya.
Dewan Pengurus Cabang Indonesia National Shipowner’s Association (INSA) Kuala Samboja Hasanuddin Masud mengatakan, salah satu yang menguntungkan bagi pengusaha adalah jarak yang lebih dekat jika menuju STS Muara Jawa. Ia menyebutkan, selama ini jarak tempuh kapal dari Samarinda menuju STS Muara Berau bisa mencapai dua hari dua malam. Sedangkan untuk menuju STS Muara Jawa hanya hitungan setengah hari.
Ia menyontohkan, untuk biaya BBM menuju STS Muara Berau bisa sampai 10 ton solar. Jika dikalkulasi dengan harga solar industri, maka yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar Rp 100 juta. Sedangkan untuk menuju STS Muara Jawa hanya sekitar 2 ton solar. “Saya bersukur sudah ada kapal vessel yang berani masuk di STS Muara Jawa ini, setelah sekitar 12 tahun seperti mati suri. Sebab aktivitas hanya ramai di Muara Berau saja,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kaltim itu.
Selain itu dari faktor ekonomi masyarakat yang akan berkembang di sekitar Muara Jawa dan Samboja. Sebab akan ada ribuan tenaga kerja bongkar muat yang akan kembali berpenghasilan. “Saya juga tidak tahu ada kekuasaan apa hingga kahirnya selama 12 tahun bisa begitu,” lanjutnya.
Sejumlah legalitas pun sudah dimiliki STS Muara Jawa untuk beroperasi. Misalnya saja, Berita serah terima operasional wilayah kerja antara KSOP Kelas II Samarinda dengan KUPP Kelas III Kuala Samboja bernomor UM.003/7/5/KSOP.SMD.2016 dan Nomor : UM.003/3/2/UPP.KSBJ/2016.
Juga ada Surat perintah Dirjen Perhubungan Laut tentang Pemindahan Lokasi Ship to Ship Transfer dari Muara Berau ke Muara Jawa. Nomor PP30/6/10/DP-15. “Selain itu juga ada legalitas lainnya yang kita sudah siap. Semua perangkat juga tidak ada masalah lagi,” tutupnya.
Sementara itu, Pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kuala Samboja ikut angkat bicara terkait keberadaan ship to shiptransfer (STS) Muara Jawa. Kepala KUPP Kuala Samboja Faisal Rahman pun membeberkan sejumlah keunggulan STS Muara Jawa dibanding Muara Berau.
Lantaran lokasinya di kawasan teluk, maka kondisi alam juga mendukung penempatan STS Muara Jawa. Bahkan menurutnya, baik pada saat terjadi angin utara maupun selatan. Bongkar muat pun mestinya paling ideal di STS Muara Jawa. Salah satu yang diperhitungkan oleh pengusaha batu bara, yakni lokasinya yang sangat dekat dengan daratan.
Rencananya, kegiatan perdana bongkar muat STS Muara Jawa pada Sabtu (26/10) hari ini akan disaksikan langsung oleh pihak Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Aktivitas akan dipusatkan di Dermaga Dishub Kukar di Handil II, Kecamatan Muara Jawa. (qi)
Editor : izak-Indra Zakaria