TENGGARONG. Kendati belakangan ini hujan kerap mengguyur Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya, namun jago merah alias api tetap mengintai. Seperti Senin (16/12) pagi, mendadak saja api mengamuk di permukiman padat. Lokasinya terletak di bilangan Jalan Gerbang Dayaku RT 03 Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Walhasil, sebanyak 16 bangunan ludes jadi arang.
“Sebanyak 15 rumah pribadi maupun sewaan, telah terbakar. Ditambah kantor milik sebuah perusahaan setempat. Akibatnya sebanyak 40 KK (kepala keluarga) kehilangan tempat tinggal. Kerugian material para korban diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih. Masih untung tak ada korban jiwa dari musibah kebakaran tadi,” ujar Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho didampingi Kapolsek Loa Janan Iptu Nursan kepada Sapos.
Keterangan saksi menyebutkan, diduga api muncul dari bagian belakangan rumah milik seorang warga berinisial Mn alias Ku. Memang diketahui, rumah tersebut dalam kondisi tak berpenghuni alias kosong. Lantaran Ku sedang berkebun di bilangan Desa Batuah, Kilometer 27 Loa Janan. Diduga terjadi korsleting atau hubungan pendek arus listrik di rumah tersebut.
“TKP awal kebakaran itu berada di Gang Mahakam 7. Kemudian api terus membesar dan melalap bangunan di sekitar. Memang TKP-nya berada di kawasan padat penduduk. Rumah satu dengan lainnya saling berdekatan. Apalagi sebagian besar bangunan berbahan kayu. Maka api cepat membesar dan sulit segera dipadamkan,” ungkap Nursan, lagi.
Karuan saja begitu api membesar, warga setempat langsung panik. Upaya pemadaman api dilakukan secara ekstra dari puluhan personel dari berbagai pihak. Mulai BPBD Loa Janan, kalangan relawan, ormas, LSM dan petugas pemadam perusahaan terdekat. Tidak hanya di daratan, penyiram api juga dilakukan dari kawasan Sungai Mahakam. Menggunakan armada kapal pemadam milik perusahaan.
“Ketika kebakaran terjadi, kawasan Loa Duri Ulu dan sekitarnya sedang diguyur hujan. Kini TKP sudah dipasang pita police line oleh petugas kami, agar tidak dirambah untuk kepentingan penyelidikan. Sejumlah saksi masih diambil keterangannya,” kata Kapolsek sembari mengimbau warga supaya terus waspada terhadap bahaya api. (idn/beb)
Editor : izak-Indra Zakaria