BERTEMPAT di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, H Tejo Sutanoto, Asisten I Pemkot Samarinda mewakili Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang, meresmikan kegiatan Forum Keserasian Sosial, Makmur Sejahtera 2019, Kamis (6/2). Hadir pada acara tersebut unsur pimpinan dinas sosial provinsi dan kota, Camat Palaran, seluruh lurah di Kecamatan Palaran beserta jajaranya, Danramil, Polsek Palaran, Ketua Forum Keserasian Sosial, para ketua RT di Rawa Makmur, Ketua LPM Kelurahan Rawa Makmur dan jajarannya, serta tamu undangan.
Ketua Forum Keserasian Sosial Makmur Sejahtera 2019, Wiyono mengatakan, program keserasian sosial berbasis masyarakat merupakan ikon Kementerian Sosial dalam upaya melakukan langkah dan tindakan pencegahan terjadinya konflik sosial. Program ini dimaknai sebagai alat, metode, teknik atau cara untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dengan memperhatikan unsur kearifan lokal sebagai alat utama dalam pelaksanaannya di wilayah yang terjadi konflik sosial dan atau berpotensi konflik.
Wiyono yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Kelurahan Rawa Makmur memaparkan, jumlah dana bantuan Program Kegiatan Keserasian Sosial ini adalah sebesar Rp 150.000.000,- dengan rincian Rp 100.000.000,- untuk pembangunan fisik seperti tugu, gapura, jembatan dan parit dan dana sisanya sebesar Rp. 50.000.000,- digunakan untuk kegiatan acara pembukaan dan penutupan keserasian sosial dan operasional forum.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan unsur yang terlibat dalam waktu kurang lebih lima bulan terakhir, karena sudah membantu dan melancarkan program ini,” ujar Wiyono. Sementara itu Tejo dalam sambutannya mengatakan, tahun lalu ada dua wilayah yang mendapatkan program ini di Samarinda. Salah satunya Kelurahan Rawa Makmur.
“Oleh karena itu saya sangat berharap pelaksanaan program kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Program Bantuan Keserasian Sosial Kementerian Sosial RI tahun 2019,” ujarnya.
Dikatakannya, tujuan dari program kegiatan bantuan keserasian sosial ini bukan terletak di pembangunan fisiknya, akan tetapi pemerintah ingin melihat seberapa tinggi tingkat kegotong royongan, partisipasi, kebersamaan, kekompakan, kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan dan upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga keharmonisan, keserasian dalam upaya mencegah konflik sosial di daerah.
“Saya berharap, semoga forum keserasian sosial berbasis masyarakat yang telah dibentuk, dapat menjadi salah satu pilar penjaga keutuhan bangsa, serta dapat berfungsi dan berjalan dengan baik dalam upaya pencegahan konflik sosial di Kecamatan Palaran.Dan semoga pembangunan fisik yang telah di lakukan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan masyarakat, khususnya Kelurahan Rawa Makmur,” ujar Tejo. (adv/ikl/vr/upi)
Editor : rusli-Admin Sapos