Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DUH BANYAK ..!! Ada 228 Orang Positif Covid-19 di Kaltim, 2 Orang Lagi Sembuh di Balikpapan

izak-Indra Zakaria • Rabu, 13 Mei 2020 - 06:01 WIB
Photo
Photo

SAMARINDA - Kasus Sembuh Covid-19 di Kalimantan Timur per tanggal 12 Mei 2020 ada penambahan sebanyak 3 kasus. 2 kasus diantaranya di Balikpapan.

"Dua kasus sembuh di Balikpapan yaitu pasien BPN 14 seorang laki-laki 26 tahun dan BPN 26 seorang wanita 19 tahun. Keduanya pelaku perjalanan dari Jakarta yang masing-masing dirawat sejak 10 April dan 29 Maret 2020 di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo," jelas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak.

Selain di Balikpapan, ada 1 kasus sembuh juga di Bontang 1 yaitu pasien BTG 2 seorang laki-laki 43 tahun merupakan kasus yang telah dirawat di RSUD Taman Husada sejak 29 Maret 2020 berasal dari  klaster Gowa. 

"Seluruh kasus tersebut dinyatakan sembuh karena dari hasil laboratorium BBLK Surabaya dinyatakan 2 kali dengan hasil negative serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik," ujar Andi.

Sementara itu, penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kaltim hari ini sebanyak 3 kasus. Yaitu, Berau 2 Kasus dan Kutai Timur 1 kasus.  Sehingga total kasus covid-19 mencapai 228 kasus dengan 184 orang dirawat, 41 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Adapun, menunggu hasil uji laboratorium sebanyak 193 kasus.

RS Pertamina Kekurangan Reagen

Andi menjelaskan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di rumah sakit Pertamina Balikpapan saat ini masih kekurangan cairan reagen. Sedangkan, tes cepat molekuler (TCM) di rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo dijadwalkan beroperasional mulai hari Rabu 13 Mei 2020 ini.

"Alat PCR hanya ada di RS AW Sjahranie, sedangkan TCM ada di semua rumah sakit dan tahap 1 cartridge diterima untuk RS Kanudjoso dan tahap berikutnya untuk RS Abdul Rivai Berau dan RS Kudungga Kutim," ujar Andi.

Tes PCR dan PCM ini penting dilakukan seiring pemerintah ingin memperbanyak pemeriksaan spesimen. Sehingga dari dari itu bisa diketahui angka perkembangan pasien positif covid-19 sebagai data yang lengkap untuk dianalisa secara cermat untuk perlu atau tidaknya pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar). (mym)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona