Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Peningkatan Signifikan Kasus Corona

izak-Indra Zakaria • 2020-05-20 15:21:10
Rapid test yang dilakukan di Bontang menyasar karyawan dan pengunjung salah satu pusta belanja.
Rapid test yang dilakukan di Bontang menyasar karyawan dan pengunjung salah satu pusta belanja.

BALIKPAPAN–Jumlah orang terkonfirmasi positif corona di Balikpapan menunjukkan grafik penurunan. Dalam lima hari terakhir, pasien positif dilaporkan hanya dua orang. Masing-masing pada Sabtu (16/5) dan Senin (18/5). Sementara kemarin, tak ada penambahan pasien positif.

Dikonfirmasi Kaltim Post, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menilai, berkurangnya angka pasien terkonfirmasi positif bukan merupakan angka yang riil. Mengingat, pemkot masih menunggu hasil uji swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. “Ada 35 (sampel) yang sudah tiba di sana (Surabaya). Dan 10 yang dalam perjalanan,” katanya.

Selain menunggu pemeriksaan swab dari BBLK Surabaya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan juga menanti hasil pemeriksaan swab di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan hari ini (20/5). Terdapat 28 sampel swab pasien positif corona maupun pasien dalam pengawasan (PDP) diuji tenaga medis RSPB dengan alat tes polymerase chain reaction (PCR).

“Kita tunggu besok (hari ini). Karena nomor register laboratorium (PCR)-nya juga sudah ada dari Kementerian Kesehatan,” ucap Dio, sapaan akrabnya. Ditemui di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan Dradjat Witjaksono berpendapat sama. Dia menuturkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang terus menurun, bukan patokan sepenuhnya.

Akan tetapi hasil pemeriksaan swab menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) maupun PCR. “Kalau itu sudah operasional sepenuhnya, baru kelihatan jelas. Berapa sih kasus positif Covid-19 di Balikpapan,” katanya. Lanjut dia, masih terlalu dini jika menilai jumlah pasien positif corona terus menurun. Apalagi Kaltim masih mengandalkan hasil pemeriksaan swab yang dikirim ke BBLK Surabaya maupun Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.

“Kalau alat TCM di RSKD (Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo) dan alat PCR di RSPB sudah bisa digunakan sepenuhnya, baru bisa kelihatan. Sekarang kan masih digunakan untuk pasien yang ada di sana. Nah itu pasti ada peningkatan yang signifikan,” bebernya.

 

RAPID TEST JADI BEBAN BARU

Pelonggaran jalur transportasi udara juga mendapat perhatian khusus dari Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan. Ditemukan beberapa warga dari luar Balikpapan yang hasil pemeriksaan rapid test-nya reaktif. Mereka adalah warga yang ingin berangkat melalui Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. “Kami sekarang mewaspadai banyaknya warga yang ter-screening rapid test positif yang mau berangkat. Itu sudah 135 orang. Dan kebanyakan bukan dari Balikpapan. Dari kabupaten/kota lain di Kaltim, mau keluar dari Kaltim lewat Bandara Balikpapan,” ungkap Dio.

Kepala DKK merangkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan ini mengatakan, calon penumpang tersebut melakukan pemeriksaan rapid test di rumah sakit yang ditunjuk oleh Diskes Balikpapan. Antara lain, Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Siloam Hospital Balikpapan, Mirabell Medical Clinic, Lentera Health Care, Laboratorium Klinik Prodia, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan.

Karena menunjukkan hasil reaktif berdasarkan rapid test, mereka pun batal berangkat dan wajib menjalani isolasi. Dari 135 orang itu, 43 di antaranya menjalani pemeriksaan swab. “Ada yang pulang. Ada yang diisolasi kantornya. Ada yang (isolasi) mandiri. Ada yang masuk wisma kita (Pemkot Balikpapan),” jelas Dio. Temuan baru ini, tutur perempuan ramah itu, menjadi beban baru bagi Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan.

Sebab, Pemkot Balikpapan tidak bisa menampung semua yang hasil pemeriksaan rapid test-nya reaktif. Menurut perempuan berkacamata itu, dari 135 orang yang rapid test-nya reaktif, ada 37 orang yang berasal dari satu perusahaan. Mereka berdomisili di luar Balikpapan. Saat ini, 37 orang itu menjalani pemeriksaan rapid test di RSPB. Setelah dikonfirmasi tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan, perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka telah mengalami PHK. Sehingga bukan menjadi tanggung jawab dari perusahaan.

“Ini jadi beban baru buat kami. Makanya kami mengimbau seluruh warga yang akan berangkat ke luar Kaltim, melalui Bandara Balikpapan agar melakukan pemeriksaan rapid test di kabupaten/kota masing-masing,” pesan dia. Masalah lain yang ditemukan Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan adalah calon penumpang di Pelabuhan Feri Kariangau.

Mereka berbondong-bondong mengurus surat keterangan sehat di Puskesmas Kariangau. Diketahui, surat kesehatan menjadi syarat mutlak jika hendak bepergian ke luar daerah. Tanpa dokumen itu, calon penumpang dilarang berangkat. Dio menyebut, dokter yang bertugas di puskesmas kewalahan akibat permohonan membeludak. “Bahkan tadi malam (Senin, 18/5), dokter harus melayani surat keterangan sehat untuk 48 orang. Saya sudah lapor ke Pak Wali (Rizal Effendi). Dan pelayanan (penerbitan surat kesehatan) dibatasi pada jam kerja saja. Mulai pukul 08.00 sampai 14.00 Wita,” ucapnya. (kip/riz/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona