Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PPDB, Jamin Negatif Siswa Titipan, Data Tak Sesuai Disdukcapil Langsung Blacklist dari Sekolah

izak-Indra Zakaria • 2020-06-11 12:02:38
SESUAI PROTOKOL KESEHATAN: Panitia PPDB di setiap sekolah bakal tetap menerapkan aturan jarak dan kewajiban lain di tengah pandemi. DADANG YS/KP
SESUAI PROTOKOL KESEHATAN: Panitia PPDB di setiap sekolah bakal tetap menerapkan aturan jarak dan kewajiban lain di tengah pandemi. DADANG YS/KP

Memasuki tahun ajaran baru, sejumlah sekolah mulai sibuk dengan kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Pada awal pelaksanaan PPDB jenjang sekolah dasar (SD) mulai 9–17 Juni, dilakukan bertahap. Awal pelaksanaan hingga 11 Juni, akan diperuntukkan jalur afirmasi dan perpindahan.

 

SAMARINDA–Dalam pelaksanaannya, yang telah menggunakan sistem online, sekolah wajib memerhatikan protokol kesehatan. Hal itu lantaran beberapa orangtua murid yang masih datang ke sekolah.

Kemarin (9/6), Kaltim Post bertandang ke SD 027 Samarinda. Sebelum memasuki area sekolah, orangtua murid wajib pemeriksaan suhu tubuh dan mengenakan masker. "Sementara untuk pendaftaran afirmasi dan perpindahan. Maksudnya perpindahan itu yang orangtuanya pindah dinas," kata Wahidah, kepala SD 027 Samarinda. "Kalau saat ini masih sepi, zonasi pertengahan bulan," sambungnya.

Meski belum ada keramaian, Wahidah menerangkan tetap mempersiapkan panitia untuk membantu orangtua murid yang belum paham pendaftaran secara online. "Hari ini sudah 11 pendaftar, tiga di antaranya datang langsung ke sekolah," ucapnya.

Disinggung skema yang dipersiapkan untuk PPDB jalur zonasi pada 15 Juni mendatang, Wahidah tak menampik nantinya bisa saja terjadi lonjakan keramaian. Untuk mengantisipasi, pihaknya telah mempersiapkan sebuah ruang kelas khusus. Ruang tersebut untuk membantu orangtua murid yang belum paham pendaftaran secara online. Ruang yang disediakan akan dibatasi jumlahnya. Selebihnya akan menunggu di luar ruangan.

"Memang sekarang (pendaftaran) bisa secara online, tapi masih ada yang belum paham, nanti kami bantu pendaftaran secara online-nya. Nanti kami atur bangku," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Asli Nuryadin menuturkan, pihaknya tetap melakukan pemantauan selama PPDB berjalan. Terlebih, untuk jalur zonasi, setiap sekolah telah mengatur protokol kesehatan. Disinggung soal adanya pelanggaran di sistem zonasi, Asli menerangkan hal tersebut pasti akan terlihat. Jika ada perubahan alamat dalam kartu keluarga (KK), untuk melanggar sistem zonasi nantinya terlihat. "Jadi alamat itu akan kelihatan, jika alamat di KK diubah, kami bisa link ke basis data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), kalau memang diubah ya kami blacklist," tegasnya.

Dia menerangkan, semua sekolah memberikan pendidikan yang baik. Jika didetailkan, kapasitas sekolah di Kota Tepian jauh lebih cukup jika menggunakan sistem zonasi.

"Sebenarnya setiap sekolah sama saja, makanya saya imbau ke orangtua, enggak ada sekolah yang mengajarkan anaknya jadi bandit, semua sama," kuncinya. (*/dad/dra/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#PPDB Online Samarinda