Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Masuk RS Beriman, Pasien Harus Screening sebelum Perawatan

izak-Indra Zakaria • 2020-08-05 12:44:40
Setelah pengelola rumah sakit melakukan sterilisasi segera, ruang IGD pun kembali dibuka untuk perawatan. Namun, tentu pengawasannya lebih ketat. Protokol kesehatan mesti dipatuhi. Seperti penggunaan masker dan face shield.
Setelah pengelola rumah sakit melakukan sterilisasi segera, ruang IGD pun kembali dibuka untuk perawatan. Namun, tentu pengawasannya lebih ketat. Protokol kesehatan mesti dipatuhi. Seperti penggunaan masker dan face shield.

BALIKPAPAN – Ruang instalasi RSUD Beriman sejak dua hari lalu telah kembali dibuka, setelah ditutup pekan lalu. Penutupannya sendiri sempat menggemparkan masyarakat. Dikarenakan beberapa tenaga medis terpapar Covid-19 dari salah satu pasien yang dirawat di ruang IGD.

Akan tetapi, setelah pengelola rumah sakit melakukan sterilisasi segera, ruang IGD pun kembali dibuka untuk perawatan. Namun, tentu pengawasannya lebih ketat. Protokol kesehatan mesti dipatuhi. Seperti penggunaan masker dan face shield.

Serupa, Poliklinik Ibnu Sina Balikpapan harus menutup total pelayanan selama tiga hari, sejak Selasa (28/7) malam. Selama penutupan, pembersihan area medis secara menyeluruh pun dilakukan. Begitu pula tenaga medis yang saat itu bertugas, mesti menjalani isolasi mandiri di rumah. Sambil menunggu hasil swab test yang belum keluar. Sementara klinik baru dibuka pada Sabtu (1/8).

Direktur Poliklinik Ibnu Sina Balikpapan Hadi Yuniarko mengatakan, kejadian ini berawal saat seorang pasien mendatangi klinik pada hari Selasa. Mengeluhkan gejala sesak yang mulai parah.

“Ternyata pasien itu positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri. Karena sebelumnya ia tak mengalami gejala,” ujarnya.

Dia melanjutkan, saat itu pasien memang langsung mendatangi ruang IGD. Kala itu ada tenaga medis yang sedang bertugas.

Dikarenakan klinik tidak memiliki peralatan lengkap untuk pasien Covid-19, maka pasien tadi pun diantar ke RSKD Balikpapan. Guna mendapatkan penanganan yang tepat. Sementara lima tenaga medis Poliklinik Ibnu Sina, harus melakukan swab test dan menjalani isolasi mandiri.

Hadi berkata, bahwa tenaga medis memang sudah mengenakan alat pelindung diri (APD) level 3. Akan tetapi sebagai antisipasi, maka isolasi tetap harus dilakukan.

Ia juga menyebut hal ini bisa dijadikan pembelajaran. Semestinya pasien yang sudah dinyatakan positif, harus menjalani isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan. Bukannya malah isolasi di rumah sendiri, yang dapat berisiko bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Selanjutnya, setelah dibuka kembali pihak klinik memberi sosialisasi bahwa kawasan klinik telah dibersihkan. Meski pada awalnya memang banyak masyarakat yang ragu, tetapi pihak klinik secara transparan memberi informasi. Terlihat kemarin (4/8), kunjungan pasien mulai bertambah.

Sebagai bentuk pencegahan, pengelola pun harus lebih ketat sebelum bertemu pasien. Di mana lebih baik melalui telepon terlebih dahulu, apabila memiliki gejala yang berkaitan dengan Covid-19. Atau pendaftaran melalui online lebih dahulu.

Selain itu, sebelum menerima pelayanan, pasien diwajibkan melakukan screening terlebih dahulu. Dengan mengisi sebuah form, apakah calon pasien pernah kontak dengan pasien positif atau tidak.

“Harapan kami, ketika mengisi form ini masyarakat bisa benar-benar jujur,” pungkasnya. (*/okt/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan