Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pandemi, Tak Ada Semarak Kemerdekaan di Kampung Pinisi

izak-Indra Zakaria • 2020-08-20 09:57:36
CERIA DI TENGAH CORONA: Anak-anak bermain penuh ceria di Kampung Pinisi, kampung wisata di tengah kota. Tapi agenda kemerdekaan yang rutin digelar saban tahun terpaksa ditiadakan akibat serbuan Covid-19. FUAD M
CERIA DI TENGAH CORONA: Anak-anak bermain penuh ceria di Kampung Pinisi, kampung wisata di tengah kota. Tapi agenda kemerdekaan yang rutin digelar saban tahun terpaksa ditiadakan akibat serbuan Covid-19. FUAD M

Atribut kemerdekaan, mengisi setiap sudut gang RT 32 di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota. Namun kemarin (18/8), tidak terlihat satu pun aktivitas yang menjadi ciri khas HUT RI.

 

Sore yang ceria. Suhu tak terlalu panas. Beberapa warga terlihat bersantai di balkon rumah. Anak-anak bermain dan berlarian di kawasan tersebut.

Ini adalah pemandangan di salah satu permukiman di tengah kota, yang telah disulap menjadi objek wisata dua tahun lalu. Biasanya, setiap Agustusan permukiman dengan 160 kepala keluarga (KK) ini, selalu aktif melakukan berbagai kegiatan, merayakan momentum ulang tahun Kemerdekaan Indonesia.

Mulai dari balap karung, lomba makan kerupuk, kebersihan, hingga panjat pinang di atas air menjadi agenda sepanjang bulan. Bahkan ada acara malam puncak, yang diisi oleh syukuran dan pentas seni.

Sayangnya, tradisi yang telah lama melekat pada kampung ini, harus istirahat sejenak. Pasalnya tahun ini, tak hanya warga Kampung Pinisi, seluruh masyarakat harus mengurangi kegiatan yang menyebabkan keramaian. “Tahun ini benar-benar vakum. Tidak ada kegiatan. Karena adanya masa pandemi, warga diimbau tidak adakan kegiatan,” kata Ketua RT 32 Sri Rahayu.

Kendati begitu, bertepatan 17 Agustus, warga sekitar mengisinya dengan kegiatan sama. Yakni menghentikan aktivitas untuk memperingati detik-detik proklamasi, sembari melakukan penghormatan. Hal itu pun diabadikan di sebuah video, kemudian dibagikan di media sosial Kampung Pinisi.

Selain itu, sejak bulan Maret lalu, permukiman ini membuat pos Covid-19 sendiri. Tepat di depan pintu masuk. Sehingga orang asing yang bertandang, wajib menerapkan protokol kesehatan dan melapor terlebih dahulu.

Pos ini dijaga mulai pukul 07-00 sampai 23.00 Wita, oleh warga sekitar. Di mana setiap 2 jam, warga melakukan pergantian tugas.

Perihal ditiadakannya lomba Agustusan, Sri berkata warganya hanya bisa menerima. Meski ia mengaku turut sedih dengan kenyataan tersebut. “Soalnya itu yang ditunggu-tunggu anak-anak di sini. Tapi, syukurnya mereka bisa mengerti,” ucapnya.

Dirinya pun berharap dengan melakukan penjagaan di pintu masuk, tidak ada warganya yang terpapar virus. Jika pun kecolongan, dapat segera ditangani. Tambahnya, meski tak ada semarak perayaan lagi, pos Covid-19 bisa menjadi simbol. Yakni semangat perjuangan warga Kampung Pinisi dalam melawan virus yang kini mewabah. (*/okt/ms/k15)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan