Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dulu Tak Dilirik, Kini Berharga Puluhan Juta Rupiah

izak-Indra Zakaria • Kamis, 8 Oktober 2020 - 23:22 WIB
Photo
Photo

Pandemi animo warga kota akan tanaman hias kian melonjak. Beragam jenis tanaman yang dulunya tak menarik hati, kini diburu pembeli.

 

Nama latin tanaman ini tampaknya susah dihafal: Monstera adansonii. Tapi jangan bingung sebab kini dia populer dengan sebutan janda bolong. Tumbuhan hijau dengan ciri khas lubang pada daunnya ini, sekarang telah menjadi buah bibir.

Tentu saja masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu kerap memburu tanaman dari famili Araceae ini. Bahkan nilainya yang dulu terbilang murah pun, kini meningkat drastis di pasaran.

Hal ini turut diakui Miswan, pemilik toko Tanaman Florist. Kata dia, tahun lalu tanaman ini dipasarkan hanya berkisar Rp 15 ribu per potnya. Akan tetapi, sejak enam bulan lalu, namanya yang kian tenar membuat janda bolong jadi primadona.

“Kalau untuk sekarang kami jualnya sekitar Rp 130 ribu untuk ukuran daun 10 sentimeter,” ujarnya.

Dia menambahkan, lain lagi kalau menyebut Monstera adansonii variegata. Yang untuk satu daunnya bisa dibanderol mulai dari Rp 20 juta, dan dua atau tiga helai daun senilai Rp 60 juta.

Sepengetahuannya, tingginya nilai jenis variegata ini dikarenakan tampilannya yang langka. Janda Bolong variegata memiliki dua warna berbeda pada daunnya. Yakni hijau dan putih. Dan disebut masih sangat langka. Hal inilah yang membuatnya bernilai tinggi, hingga diekspor ke luar negeri. Beberapa pemiliknya yang berada di luar daerah, disebut-sebut juga memegang sertifikat atas tanaman tersebut.

Sementara menurut Miswan, jenis variegata belum ia temui di pengusaha tanaman hias di Balikpapan. Sangat terbatas yang memiliki tanaman tersebut. Hanya saja, ia pernah mendengar ada pembeli yang mengaku memiliki tanaman dua warna tersebut. Walau ia tak pernah melihat secara fisik.

Lanjutnya, beberapa kali dia dengar bahwa janda bolong merupakan tanaman hutan. Namun, ia tidak mengetahui pasti kebenarannya. Begitu pula kemunculan varietas baru yang memang viral. Khususnya di daerah Sumatra dan Jawa.

Pria berusia 21 tahun ini juga menambahkan, janda bolong ialah tanaman yang merambat. Sehingga ketika daunnya memanjang, bisa langsung dipotong.

“Banyak juga yang beli dan dikembangbiakkan sendiri untuk dijual kembali,” tambahnya.

Kendati begitu, menurut Miswan nilai suatu tanaman bisa saja turun ketika banyak masyarakat yang memilikinya. Sehingga bukan hal aneh jika harga janda bolong kembali turun dua atau tiga tahun mendatang. (*/okt/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria