Bandara SAMS Sepinggan mengoperasikan laboratorium PCR keenam yang ada di Balikpapan. Swab test menggunakan metode drive thru. Cukup lima menit.
BALIKPAPAN – Satu lagi tambahan fasilitas laboratorium polymerase chain reaction (PCR) di Kota Minyak. Teranyar dari Indika Solidarity di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Peresmian dilakukan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Senin (2/11).
Laboratorium PCR ini menggunakan kontainer yang telah disulap sesuai dengan kebutuhan penanganan Covid-19. Terdapat high efficiency particulate air (HEPA) filter yang menjamin sirkulasi udara dalam kontainer aman. Bahkan alat ini didatangkan langsung dari Jakarta.
Sehingga telah mendapat perizinan dari Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Satgas Penanganan Covid-19. Serta mendapat perizinan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Teknisnya swab test dilakukan menggunakan metode drive thru.
Pengguna tidak perlu turun dari kendaraan, proses sangat cepat tidak sampai lima menit. Awalnya, pengguna melakukan administrasi terlebih dulu di bagian pendaftaran. Mereka stop di meja registrasi untuk pengecekan data peserta swab test. Namun, sebelumnya peserta sudah daftar terlebih dahulu secara daring.
Setelah pengecekan data, kendaraan masuk ke area sampling station. Pengguna tidak perlu turun dari kendaraan karena sudah ada petugas yang stand by untuk melakukan tindakan. Setelah pengambilan spesimen, mereka langsung keluar area tersebut. Hasil tes akan disampaikan melalui surat elektronik.
Laboratorium PCR ini bisa melakukan pengambilan spesimen sebanyak 286 sampel per hari. Operasional berjalan pada Senin hingga Sabtu pukul 08.00 – 13.00 Wita. Sementara pada Minggu tidak beroperasi untuk perawatan alat.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memberikan apresiasi terhadap keberadaan laboratorium PCR tersebut. Terutama mempermudah dalam rangka tracing dan testing. “Kita kadang masih ada persoalan harus kirim (spesimen) keluar. Tapi perusahaan sudah peka agar bisa dapat hasil lebih cepat,” sebutnya.
Dia menyebutkan, alat ini merupakan laboratorium PCR keenam yang ada di Balikpapan. Sebelumnya sudah terdapat di RS Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), RS Pertamina Balikpapan (RSPB), RSUD Beriman, RS Tentara Dr R Hardjanto (RST), dan Klinik Tirta.
Sementara untuk tahap pertama, operasional laboratorium PCR Indika Solidarity berlaku untuk karyawan internal. Misalnya Kideco, Petrosea, Tripatra, MBSS, Interport, dan sebagainya. Namun ke depan, pihaknya bisa meminta bantuan saat terjadi hal emergency yang butuh pemeriksaan swab test dengan cepat.
“Jadi mengurangi beban kita juga. Nanti Satgas Covid-19 yang minta bantuan jika ada emergency,” ucapnya. Sebelumnya, bantuan serupa juga dilakukan oleh PAMA, kini alat PCR berada di RSUD Beriman. Seperti diketahui, awalnya Balikpapan cukup kesulitan mencari fasilitas laboratorium PCR.
“Kalau butuh cepat tracing, akhirnya kita bayar untuk swab test. Tidak bisa cepat semua karena APBD terbatas. Sisanya sampel ada yang kita kirim ke Labkesda di Samarinda,” imbuhnya. Dia berharap keberadaan laboratorium PCR Indika Solidarity bisa membantu kebutuhan swab test kota. (gel/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria