BALIKPAPAN-- Rencana simulasi pembelajaran tatap muka terus dimatangkan. Simulasi ini akan dimulai dari jenjang SMP. Di mana lokasinya ialah Teritip dan Kariangau. Totalnya ada 5 sekolah. Di wilayah Balikpapan Timur, Teritip yakni SMP 13, SMP IT Al Azhar, dan SMP Darunnajah. Serta Balikpapan Barat, Kariangau, yakni SMP 16 dan SMP 21.
Simulasi dilakukan guna mengetahui, apakah pembelajaran tatap muka sudah dapat dilakukan atau belum. "Kami juga melakukan break down data pendidik dan siswa-siswi yang ada," ujar Muhaimin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui berapa besar jumlah siswa. Baik mereka yang bermukim di dalam dan luar kelurahan zona kuning. "Sekolah di Kariangau bahkan 50 persen siswanya bukan warga yang menetap di situ, tapi dari luar juga banyak. Begitu pula di Teritip, bahkan ada yang dari Manggar," lanjutnya.
Muhaimin berujar, langkah yang telah diambil Disdikbud seperti berkirim surat ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) sudah dilakukan. Untuk mengusulkan ada rapid test terlebih dulu kepada guru dan siswa di sekolah terkait. Dari hasil rapid test itu dijadikan dasar oleh wali kota selaku ketua gugus tugas, apakah simulasi pembelajaran tatap muka di kawasan Teritip dan Kariangau dapat dilaksanakan atau tidak.
"Tinggal menunggu dari DKK, apakah rapid test dilaksanakan di sekolah dengan bergilir, ataukah di puskesmas terdekat. Terkait anggaran akan dikoordinasikan, apakah dari DKK atau gugus tugas Covid-19 kota," pungkasnya. (lil/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria