Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pandemi, Hidupkan Kembali Ekowisata di Balikpapan

izak-Indra Zakaria • 2020-12-21 14:42:05
Mangrove di Balikpapan.
Mangrove di Balikpapan.

BALIKPAPAN- Pemprov Kaltim diharapkan mampu memaksimalkan potensi dari ekowisata dengan bersinergi pada pelaku usaha pariwisata atau pihak swasta. Sebab, sektor ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan nasional hingga internasional untuk berkunjung ke Bumi Etam.

Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPS) Association of the Indonesia Tours & Travel Agencies (Asita) I Gusti Bagus Putra menyampaikan, untuk membangkitkan ekowisata diperlukan dukungan pemerintah provinsi, seperti melakukan focus group discussion (FGD). Menurutnya, ada unsur-unsur terkait yang perlu dibenahi seperti bandara, pelabuhan dan infrastruktur.

“Hal ini harus dilanjutkan kembali kajiannya. Para kepala dinas pariwisata kota dan provinsi harus bisa menyampaikan kajian-kajian dan ulasan kepada Kemenparekraf," tegasnya, Minggu (20/12).

Menurut Putra, ekowisata Kaltim pada Januari-Februari 2020 sempat terjadi peningkatan 60 persen. Namun, penurunan drastis juga terjadi sangat signifikan pada Maret akibat pandemi. "Dengan nilai yang sama (60 persen), penurunan ekowisata Kaltim sampai segitu," katanya.

Saat ini, Putra menilai pemerintah daerah sudah mulai memerhatikan kembali ekowisata. Di mana terlihat ada kerja sama antara pemerintah daerah untuk saling mendukung, termasuk dukungan langsung dari Dispar Kaltim.

Beberapa tempat yang menjadi lokasi favorit wisatawan mancanegara (wisman) telah dinantikan antara lain Wehea-Kelay, Prevab Mentoko, Kampung Merasa, dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). "Makanya ekowisata Kaltim ini sangat berharga, mungkin pembukaan izin untuk masuknya wisman bisa menjadi kabar sangat bahagia buat mereka," katanya.

Ia menilai, ekowisata Kaltim sebenarnya sejak dulu terkenal di telinga turis asing. Periode 90-an banyak wisatawan Eropa yang datang ke Kaltim untuk menikmati ekowisata. Mereka senang menjelajahi hutan. “Sebenarnya kalau kita bangun fasilitasnya, itu sudah sangat baik. Sarana dan prasarana dibuat senyaman mungkin dan sesuai standar internasional,” tuturnya.

“Jangan sampai toilet saja kotor. Contohnya yang sampai saat ini masih sering dikunjungi, BOSF, dengan fasilitas yang diberikan para wisatawan ini merasa nyaman,” lanjutnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim pada Oktober 2020 mencapai 51,34 persen, angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,15 poin dibanding TPK September 2020. Adapun, secara kumulatif, jumlah wisman yang berkunjung ke Bumi Etam pada periode Januari-Oktober 2020 mencapai 574 kunjungan. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#satgas covid