Libur panjang di depan mata. Ironisnya anggaran untuk penegakan disiplin protokol kesehatan habis.
BONTANG – Tren kasus aktif paparan Covid-19 sedikit mengalami lonjakan menjelang akhir tahun ini. Namun demikian, intensitas penegakan protokol kesehatan (prokes) justru loyo. Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Bontang, Andi Harto mengatakan kondisi ini dikarenakan anggaran untuk melakukan kegiatan itu telah habis. “Terhitung 15 Desember dana Covid-19 yang disalurkan ke Satpol PP telah habis,” kata Andi Harto.
Ia pun tidak menjelaskan berapa besaran biaya yang dibutuhkan. Termasuk pos anggaran digunakan dalam hal apa. Tetapi akibatnya penegakkan prokes hanya berlangsung sekali dalam sehari. Mulai 16 Desember lalu. Waktu pun tidak tentu. Bergantung dengan koordinator tiap tim. “Fleksibel waktunya. Namun sudah ada jadwal lokasi mana yang disasar tiap timnya,” ucapnya.
Sebelumnya, kegiatan itu digelar dua kali sehari. Pagi dan malam hari. Satpol PP pun memperbanyak jumlah tim. Dari semula empat menjadi delapan. Tiap tim maksimal berkekuatan 15 orang. Personil diambil dari petugas yang berjaga di Mako Satpol PP tiap harinya. “Pejabat strukturalnya tiap tim 2-3 orang. Ini memang tidak maksimal tetapi seperti ini keadaannya,” tutur dia. Sayangnya, di akhir tahun ini tugas Satpol sebagai peneggak regulasi justru bertambah. Mengingat mereka juga turut dilibatkan dalam pengamanan gereja. Terutama saat tempat ibadah umat Kristiani itu menggelar ibadah dan perayaan natal.
Ditambah dengan harus melakukan pengamanan di tempat wisata. Sehubungan antisipasi lonjakan pengunjung. Sehingga bisa melanggar protokol kesehatan sehubungan kerumunan orang. Andi menyebut bakal mengusulkan setiap orang yang dari luar Bontang harus mengantongi surat hasil rapid antigen.
“Di Beras Basah sudah ada pantauan mulai meningkatnya angka kunjungan. Khusus akhir pekan. Kalau tidak ada rapid tesnya tidak boleh menyebarang. Itu saya akan bawa di rapat internal,” ujarnya.
Minimnya personil menjadi kendala. Sebab kekuatan saat ini hanya sekira 100 orang. Sementara idealnya harus 250 personil. Rencananya penambahan personil akan segera diajukan ke kepala daerah. “Job desk bertambah di akhir tahun tetapi tidak diimbangi dengan jumlah personil,” terangnya. Diketahui, angka kasus aktif mencapai 225. Dari total kasus terkonfirmasi positif sebesar 1.640. 44 pasien menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, sedangkan 181 melakukan isolasi mandiri. Sementara jumlah pasien sembuh yakni 1.385. Jika dikalkulasi angka kesembuhan sejumlah 84,5 persen. (*/ak/rdh)
Editor : izak-Indra Zakaria