Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Vaksinasi Tahap Pertama Dimulai, Dapat 3.840 Dosis untuk Nakes, Didistribusikan ke 20 Faskes

izak-Indra Zakaria • 2021-01-28 10:23:00
Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda menjadi relawan pertama yang divaksinasi, Rabu (27/1/2021) di pendopo rumah jabatan wali kota.
Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda menjadi relawan pertama yang divaksinasi, Rabu (27/1/2021) di pendopo rumah jabatan wali kota.

Kuota vaksinasi pertama untuk Bontang sejumlah 3.840 pile. Tahap awal ini peruntukkannya untuk tenaga kesehatan. Total nakes yang telah terdaftar sebanyak 1.895. Dari total keseluruhan nakes 2.157.

 

BONTANG–Pemkot Bontang telah melakukan kick off vaksinasi Covid-19. Tepatnya pada Rabu (27/1) di Pendopo Rujab Wali Kota. Dari 12 undangan, hanya sembilan yang bisa divaksinasi.

Masing-masing, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda, Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kastari, Kepala BPKSDM Sudi Prianto, Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Ketua PWI Bontang, perwakilan Kemenag Bontang, Ikatan Pemuda Muhamadiyah, PPNI, dan influencer bernama Talhita Assegaf.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringgo-Ringgo, Kajari Bontang Dasplin, dan Ketua IDI dr Suhardi tidak bisa divaksin. Pasalnya, saat screening kesehatan, mereka terhalang tekanan darah yang tinggi dan kadar gula.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Adi Permana mengatakan, yang tidak bisa divaksinasi saat itu statusnya ada dua. Tertunda atau batal. Batal jika terdapat penyakit penyerta seperti jantung. Sementara jika tertunda artinya bisa mendaftar kembali saat kondisi tubuhnya prima. “Kalau yang tertunda itu di waktu lain masih bisa ikut,” kata Adi.

Di samping itu, kuota vaksinasi pertama untuk Bontang sejumlah 3.840 pile. Tahap awal ini peruntukkannya tenaga kesehatan. Total nakes yang telah terdaftar sebanyak 1.895. Dari total keseluruhan nakes 2.157. Adi menjelaskan target tahap pertama dikerjakan empat hari.

“Nakes mulai hari ini (kemarin). Target hingga Sabtu mendatang harus rampung,” ucapnya.

Vaksin pun telah didistribusikan ke 20 faskes di Kota Taman. Diambil dari Gudang Farmasi Kesehatan. Selanjutnya Diskes akan melaporkan ke Kementerian Kesehatan proses tahap ini.  “Target ini sesuai dengan permintaan Menteri Kesehatan,” tutur dia.

Sementara untuk dosis kedua direncanakan selesai pada 17 Februari. Mengenai skema penyaluran ke nakes, dipercayakan kepada masing-masing faskes. “Karena ini khusus SDM kesehatan maka sistemnya gampang,” terangnya.

Sehubungan dengan batasan usia penerima vaksin Sinovac mengacu kepada hasil uji klinis. Penerima berusia di rentang 18–59 tahun. Supaya tidak memiliki risiko. Di luar itu, masih menunggu uji klinis maupun bisa mendapatkan dari merek vaksin lain.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan yang sudah tervaksin masih dapat terpapar virus. Lantaran diperlukan waktu sebulan setelah dosis kedua diberikan. Durasi itu karena cairan vaksin masih membentuk antibodi.

“Kemungkinan terinfeksi bisa jadi. Jaga prokes dan performa. Dia sendiri aman tetapi ke orang lain belum tentu. Karena masih bisa membawa virus,” sebutnya.

Selanjutnya tahap kedua disasar kepada pejabat publik. Mengenai jumlahnya kuota yang dibutuhkan belum mendapatkan informasi. Setelah itu tahap ketiga baru peruntukkannya untuk masyarakat. Nantinya bagi masyarakat skema penyaluran diatur.

Jika sudah terdaftar melalui aplikasi BPJS, bisa dicek melalui layanan aplikasi Pedulilindungi. Penyelesaian vaksinasi dipandang memerlukan waktu lama. Mengingan nantinya masyarakat dapat memilih melakukan vaksin di mana dan pengaturan jadwal.

“Agak slowly bisa berbulan-bulan karena dikerjakan di faskes,” urai Adi.

Dalam proses vaksinasi terdapat empat meja yang harus dilalui. Meliputi meja pertama menyangkut regristasi. Meja kedua pengecekan kriteria penerima. Setelah itu meja proses vaksinasi. Meja terakhir yakni pelaporan. Selama 30 menit penerima dipantau. Jika terdapat keluhan ringan hingga berat langsung ditangani tenaga medis.

Vaksinator di tiap faskes masing-masing delapan orang. Mereka telah dilatih tekniknya oleh Kemenkes sehubungan ini. (*/ak/ind/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#bontang