TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau mulai kembali menerapkan penggunaan pakan alternatif. Ini dilakukan sebagai bentuk solusi menekan biaya produksi, dengan memanfaatkan limbah pertanian.
Pakan alternatif disebut Kepala Distanak Berau, Mustakim berupa tanaman hijau segar seperti rumput-rumputan. Atau limbah pertanian seperti jerami padi dan bonggol serta batang jagung yang telah kering.
Ia menjelaskan,selama ini pihaknya telah mencoba meanfaatkan kembali pakan alternatif. Untuk lebih meningkakan nilai ekonomis dari sektor peternakan. Terutama di masa mendatang.
“Kami juga telah melakukan uji coba pada para peternak, untuk kembali memanfaatkan pakan alternatif seperti dahulu,” ungkapnya kepada Berau Post, Rabu (30/6).
Nantinya, pakan alternatif tersebut akan diolah terlebih dahulu melalui pengawetan dan fermentasi pakan. Kemudian, bahan pakan akan diberi makrobiotik guna meningkatkan kandungan gizi, sekaligus menjadi pengawetnya.
Selama ini, baru ada beberapa kelompok yang dapat menerapkan penggunaan pakan alternatif tersebut. Sebab, pakan alternatif lebih sulit diproduksi dibandingkan dengan pakan biasanya.
“Tapi harus tetap dicoba, karena pakan pada umumnya berjenis kimia yang suatu saat dapat dibatasi dan habis,” ujarnya.
Selain itu, diakuinya, Distanak akan mulai aktif kembali mempresentasikan penggunaan pakan alternatif kembali kepada para peternak. Terkhususnya, untuk peternak sapi dan kambing.
Penggunaan pakan alternatif ini bisa memudahkan peternak secara intensif. Sehingga peternak tidak perlu kembali mencari rerumputan. “Cukup menggunakan sisa dari hasil pertanian saja,” imbuhnya.
“Terlebih, mayoritas petani di Berau juga merangkup sebagai peternak,” pungkas Mustakim. (*/adf/arp)
Editor : uki-Berau Post