TANJUNG REDEB – Upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 terus dilakukan. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Berau, terus menggencarkan operasi yustisi dengan target sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), kafe, hingga tempat hiburan malam (THM).
Dijelaskan Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Askar, sebagai bagian dari Satgas Covid-19 Berau, pihaknya tetap rutin melakukan monitoring ke tempat-tempat yang menjadi titik keramaian, seperti kafe dan THM. “Kita rutinkan kembali oprasi yustisi agar masyarakat tidak lupa akan protokol kesehatan (Prokes) yang sudah berlaku,” jelasnya kepada Berau Post kemarin (6/11).
Dijelaskan, melalui operasi yustisi pihaknya juga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya virus corona. “Karena dampak dari wabah ini sangat besar. Mulai dari sektor ekonomi hingga kebebasan masyarakat untuk berkumpul, semua tidak bisa. Maka dari itu, mari kita sama-sama menjaga agar kasus tidak lagi terjadi,” pintanya.
Askar menjelaskan, menurut rilis dari Dinas Kesehatan (Dinekes) Berau, kemarin hanya tersisa 8 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Penurunan kasus tersebut menujukan tren yang sangat baik. “Semoga tidak lagi melambung jumlah kasusnya. Makanya kita rutinkan kembali melakukan operasi yustisi agar masyarakat tidak menyepelekan prokes,” tegasnya.
Walau jumlah kasus aktif saat ini tersisa 8, namun Kabupaten Berau masih belum bisa turun level dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Berau masih berstatus PPKM level 3. “Menurut informasi, saat ini kita masih terkendala jumlah persentase masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi menuturkan, kasus tertinggi masih di Tanjung Redeb, yakni empat kasus. Sedangkan tambahan kecamatan yang berstatus zona hijau yakni Segah, setelah empat pasien di wilayah tersebut dinyatakan sembuh. “Kecamatan Segah kemarin (Jumat, red) sembuh empat orang,” ujar Iswahyudi, Jumat (5/11).
Dikatakannya, kasus Covid-19 di Berau terus melandai. Bahkan saat ini ruang perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai sudah kosong. Dia juga menjelaskan, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Berau sepanjang Maret 2020 hingga 5 November 2021 sebanyak 13.197 kasus. 12.780 pasien dinyatakan sembuh, dan 409 pasien meninggal dunia.
“Angka kesembuhan kita mencapai 96,8 persen. Kita berharapnya tidak ada lagi kasus baru di Berau,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menuturkan, meskipun saat ini hanya terdapat delapan kasus aktif, tidak menutup kemungkinan Berau akan masuk pada PPKM level 2. Kendala saat ini diakuinya, karena vaksinasi bagi masyarakat belum mencapai target.
“Tapi kami optimistis Berau akan segera ke level 2. Mohon dukungannya,” katanya.
Ia menuturkan, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Berau dan Satgas Covid-19 yakni dengan terus mempercepat vaksinasi. Saat ini dikatakan bupati, cakupan vaksin sudah mencapai 60 persen lebih.
“Untuk mencapai herd immunity kan harus 70 persen dari total jumlah penduduk. Saya yakin, akhir tahun bisa tercapai,” ungkapnya.
Tidak hanya mempercepat cakupan vaksinasi. Namun bupati juga mengingatkan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT. Ia meminta dengan tegas, peran RT sebagai perpanjangan tangan bisa lebih aktif mengontrol masyarakat.
“Pencegahan itu penting. Yang lebih penting, jangan terlena dan terbawa euforia, karena Berau sedikit pasien. Tetap waspada dan taat prokes,” tegasnya.
Untuk program vaksinasi, kata dia, saat ini rutin dilakukan oleh Dinas Kesehatan Berau. Baik untuk masyarakat umum, maupun pelajar. Dirinya meminta masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dapat segera menghubungi pusat kesehatan terdekat agar dapat mendapatkan vaksin.
“Kami ingin seluruh masyarakat Berau yang wajib vaksin sudah mendapatkan vaksin. Sehingga potensi penularan Covid-19 jauh lebih kecil, dibanding yang belum mendapatkan vaksin,” pungkasnya. (aky/udi)
Editor : uki-Berau Post