Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gara-Gara Video Viral "Salam dari Binjai", Pohon Pisang di Sini Patah-Patah

izak-Indra Zakaria • Senin, 8 November 2021 - 09:57 WIB
LINGKUNGAN: Sejumlah pohon pisang di Sungai Keledang rusak diduga ulah korban konten negatif.
LINGKUNGAN: Sejumlah pohon pisang di Sungai Keledang rusak diduga ulah korban konten negatif.

Kerusakan sejumlah tanaman pisang di Jalan Padat Karya, Samarinda, jadi perhatian Lurah Sungai Keledang Rahmadi. Perusakan itu diduga ulah korban konten negatif.

 

DEMAM video viral “Salam dari Binjai” ditengarai memicu rusaknya belasan pohon pisang di Jalan Padat Karya, RT 2, Kelurahan Sungai Keledang, sangat disayangkan.

Perusakan tanaman pisang milik warga tersebut, bahkan membuat Lurah Sungai Keledang Rahmadi geram dengan ulah sekelompok anak-anak dan remaja karena pengaruh konten tersebut.

“Saya sudah dapat laporan bersamaan dengan teman-teman media datang ke lokasi. Dan, saya langsung minta ke staf agar berkoordinasi dengan ketua RT untuk mencari siapa yang melakukan perusakan itu,” kata Rahmadi.

Menurut Rahmadi, perusakan pohon pisang itu karena anak-anak dan remaja yang melakukannya kurang mendapat pengawasan serta bimbingan dari lingkungan sekitar, terutama orangtua mereka.

“Memang di era serba-digital seperti saat ini untuk mengendalikan anak-anak lebih sulit,” ujarnya. Namun, lanjut dia, mereka masih bisa dinasihati, dibina, dan diarahkan ke hal yang lebih positif.

“Misalnya dengan memberi tahu agar mereka tidak mengikuti konten yang merugikan orang lain,” ujar Rahmadi.

Dia melanjutkan, jika nantinya anak-anak atau remaja yang melakukan perusakan tersebut diketahui, dia akan memberikan pembinaan sehingga kegiatan mereka lebih terarah.

“Ya untuk tindakan awal, itu yang bisa kami lakukan. Apalagi pelakunya kan masih anak di bawah umur, yang memang masih perlu bimbingan,” tandasnya.

Yang terpenting, ini menjadi peringatan untuk kebaikan bersama. Terutama para orangtua agar tidak membiarkan anak-anaknya mengikuti konten merugikan. Maksud hati ingin hanya meniru (mempraktikkan) yang ada di video tapi dampaknya merugikan orang lain. (oke/rin/kpg/kri/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria