BALIKPAPAN- Untuk meningkatkan mutu dan berdaya saing menuju Politeknik mandiri dan unggul, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Grand Jatra selama 3 hari terhitung, Kamis (27/1) hingga MInggu (30/1).
Direktur Polnes Samarinda, Ir Ramli, ST, M.Eng, IPM didaulat memimpin Raker bertema Penguatan Inovasi dan Sinergitas Kerja Menuju Polnes Mandiri dan Unggul 2023. Dengan mengundang semua struktural kampus yang bermarkas di Jl Dr Cipto Mangunkusumo, Kampus Gunung Panjang, Samarinda.
Ketua Panitia Raker, M Farman Andrijasa mengawali sambutan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan dukungan dirinya menjadi ketua panitia. Terlebih lagi kepada semua sponsor yang sudah mendukung Raker. “Berkat kerja keras dan kerja cerdas panitia akhirnya Raker bisa terlaksana dengan lancar,” ujarnya.
Dengan harapan dari Raker ini, kata Farman, semua civitas kampus bisa menjawab tantangan dan peluang yang ada kedepan. “Mari kita kuatkan kerjasama dan menciptakan inovasi-inovasi agar Polnes bisa mandiri dan lebih unggul ditahun akan datang,” pungkasnya.
Direktur Polnes Samarinda, Ir Ramli , ST, M.Eng, IPM memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dimana dari Raker ini bisa menyatukan semangat, menyatukan visi, menyamakan misi untuk bangkit, sebagai pendidikan vokasi yang maju, mandiri dan tentu saja unggul baik ditingkat nasional maupun dilevel international. “Capaian Itu sudah dilakukan dimana laporan akhir kelulusan 100 persen sudah clear dan tepat,” katanya.
Ramli menyatakan, Raker ini menjadi agenda rencana implementasi kegiatan anggaran tahun 2022 dan usulan kegiatan anggaran tahun 2023. “Dari Raker ini kita harus mampu menunjukkan karya inovasi yang aplikatif, diakui masyarakat, bukan hanya kita bisa ini laporannya, ini RAB nya dan ini publikasinya. Tapi bagaimana Polnes menghasilkan karya monumental untuk dimanfaatkan masyarakat, seperti alat pembuat buat lidi dari sawit,” ungkapnya.
Intinya dari Raker, lanjut Ramli, bagaimana karya-karya dosen dan mahasiswa Polnes mampu menghasilkan karya teknologi terapan yang bisa diketahui dan dirasakan masyarakat dan bisa sampai pada taraf komersialisasi. “Mari kita terus mengembangkan karya-karya terbaik dosen dan mahasiswa untuk menjadi problem solving ditengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dikatakan Ramli, insya Allah Polnes juga akan mengembangkan MBKM dengan model pembelajaran itu tidak semata-mata teori melulu, tetapi bagaimana pembelajaran itu menghasilkan karya terbaik, baik projek yang didatangkan dari luar maupun yang diciptakan di internal kampus sendiri. “Untuk mewujudkan itu, kita akan memberikan insentif anggaran untuk bisa menghasilkan karya karya yang baik. Selain itu juga kita mencarikan mitra industri, mitra pemerintah daerah, mitra pemerintah provinsi untuk bisa membiayai karya-karya yang memang menjadi problem surfing ditengah masyarakat saat ini,” paparnya.
Ditambahkan Ramli bahwa saat ini Polnes memiliki 10 jurusan dengan 25 program studi yang eksis. Sementara mahasiswa ada kurang lebih 5855 mahasiswa dengan 249 dosen dan 146 tenaga tendik. “Insya Allah kedepan ada tambahan 2 program studi S2 terapan dan 1 program studi S1 terapan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur juga menjadi narasumber dengan memberi penguatan terkait peningkatan mutu kampus. (dwn/pro5)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan