Dalam upaya menggenjot capaian vaksinasi, selain di puskesmas dan BSCC Dome, gerai vaksinasi di pusat perbelanjaan juga dibuka.
BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi booster. Tercatat capaian vaksinasi booster di Kota Beriman untuk pekerja sektor pelayanan publik sebesar 8,3 persen. Sedangkan lansia 20 persen.
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty menuturkan, vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan sudah rampung. Sedangkan usia remaja, yakni 12 tahun ke atas baru saja dimulai. Sejauh ini, capaian vaksinasi booster paling tinggi dari kategori lansia dan pelayan publik yang memang sedari awal menjadi prioritas.
"Pelayan publik diutamakan karena mereka yang berinteraksi langsung dengan masyarakat," tuturnya. Pihaknya terus membuka lokasi atau gerai vaksinasi agar orang mudah untuk mendapatkan layanan. Selain puskesmas dan sentra vaksinasi, misalnya membuka gerai vaksinasi di pusat perbelanjaan selama akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, capaian vaksinasi booster masih rendah karena dua alasan utama. Pertama, aturan awal jarak interval vaksinasi enam bulan setelah suntikan dosis kedua. Sehingga, hanya mereka yang memenuhi kriteria bisa mendapat booster.
"Baru berapa hari ini aturan sudah berubah minimal interval vaksinasi tiga bulan," tuturnya. Perempuan yang akrab disapa Dio ini menuturkan, perubahan interval ini sudah melalui penelitian dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Itu hasil pembahasan seluruh pakar ahli imunisasi. Serta penelitian BPOM.
Kendala berikutnya yang membuat capaian vaksinasi rendah karena banyak masyarakat memiliki riwayat kontak erat.
Meningkatnya warga yang terkonfirmasi positif setidaknya membuat peningkatan pada orang kontak erat. Perbandingannya 1:15 orang. Setiap satu pasien positif memiliki 15 orang kontak erat.
"Artinya 15 orang itu tidak bisa divaksin. Padahal, yang tadinya sudah mendaftar vaksin akhirnya mundur," bebernya. Dia mengibaratkan, jika terdapat 700 kasus per hari kemudian dikalikan 15 orang. Maka bayangkan berapa ribu warga yang harus dipantau karena berstatus karantina.
Dio menyebutkan, terkait stok vaksin beserta logistik terjamin aman. Bahkan belum ada vaksin expired di Gudang Farmasi Balikpapan. Petugas vaksinator juga bisa dilihat, walaupun hari libur bersedia melakukan pelayanan. "Hanya saja memang kondisi warga yang memang akhirnya tidak memenuhi syarat untuk divaksin," bebernya.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk pencegahan dan pengendalian tetap mengutamakan disiplin protokol Kesehatan ditambah dengan vaksinasi. Pemkot Balikpapan meneruskan amanah dari pusat. "Wali kota sudah mengeluarkan edaran khususnya kepada pemberi pelayanan publik, ASN, lurah, camat, RT, dan tim satgas untuk segera booster karena mereka berhadapan dengan publik," pungkasnya. (gel/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria