Penulis : Idham Cholid
Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dan Penggiat Wisata
Kalimantan Timur merupakan daerah yang mempunyai sumber daya kekayaan alam yang sangat melimpah ruah, baik diluar atau didalam perut bumi seperti hutan (menghasilkan kayu), minyak bumi, gas alam dan batu bara.
Kekayaan SDA yang ada hampir saja habis baik itu hutan yang banyak ditebang dan diambil kayunya sehingga predikat status hutan kalimantan sebagai paru paru dunia dicabut karena separuh lebih hutan di kalimantan telah ditebang dan digunduli untuk diambil kayunya atau dipergunakan pemanfaatan lahan untuk alih fungsi lainnya.
Batu bara yang telah ditambang akan juga habis, serta pasca penambangan batu bara sebagian perusahaan yang tidak bertanggung jawab telah meninggalkan lubang lubang besar yang tidak di reklamasi, merupakan kewajiban perusahaan setelah melakukan kegiatan penambangan. Sehingga lubang lubang menjadi momok bagi masyarakat sekitar yang banyak memakan korban.
Dengan adanya eksplotasi SDA hanya sebagian kecil masyarakat kalimantan timur yang telah menikmati hasil tersebut. Jika SDA semua habis, apa yang akan terjadi pada roda perekonomian Kaltim?.
Maka bagi pemerintah daerah harus memiliki alternatif atau opsi lain untuk meningkatkan roda perekonomian rakyat atau masyarakat dan pendapatan devisa bagi KALTIM pasca kejayaan SDA, Ada baiknya pemerintah daerah untuk tidak tergantung hanya dengan eksploitasi SDA dalam menjalankan roda perekonomian dan pendapatan devisa daerah, akan tetapi mencoba sektor lain seperti pariwisata yang sudah dilakukan oleh daerah lain dalam mendapatkan devisa daerah seperti BALI, JOGJA, dan masih banyak daerah lainnya, karena kaltim sendiri memiliki begitu banyak objek wisata yang tidak kalah indahnya dan keaslian naturalnya.
Pariwisata dapat dikatakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yang dapat dilakukan secara terpadu, sistematis dan tanggung jawab. Serta dengan pariwisata harus dapat memberikan perlindungan pada nilai nilai agama, nilai-nilai budaya sosial masyarakat daerah dan melatarikan lingkungan hidup daerah serta kepentingan nasional.
Efek domino yang dihasilkan dari adanya pariwisata suatu daerah sangatlah besar, akan banyak terciptanya lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperbesar pendapatan daerah maupun negara, dapat memperkenalkan kultur daerah kepada daerah lain dan juga sampai manca negara. Sehingga masayarakat KALTIM akan bangga jika daerahnya sangat dikenal di daerah atau negara lain, dan pasti masyarakat akan memelihara serta menjaga kelestarian budaya alam daerah tersebut, hingga muncul rasa cinta tanah air.
Dengan pariwisata akan banyak terciptanya lapangan kerja, sehingga membantu pemerintah dalam menyiapkan lapangan tenaga kerja bagi para pekerja, seperti akan banyak kantor tour dan travel bermunculan yang membutuhkan tenaga kerja, akan bermunculan para usaha pengrajin souvenir asli daerah wisata yang juga membutuhkan tenaga kerja. Pariwisata akan meningkatkan okupansi hotel atau penginapan di daerah objek wisata, dan masih banyak lagi kegiatan kerja yang akan dirasakan oleh masyarakan daerah objek wisata seperti bermunculan para tour guide yang freelince dan kedai kedai atau warung yang buka sekitaran objek wisata.
Kegiatan yang diatas efek dari pariwisata sangat menghasilkan rupiah yang begitu besar sehingga dapat memberikan pendapatan pada masyarakat dan pemerintah, bagi pemerintah daerah pendapatan didapat dari pajak dan biaya masuk ke objek wisata.
Infrastruktur dan fasilitas yang ada pada sekitar objek wisata secara otomatis akan diperbaiki dan dipercantik oleh pemerintah daerah untuk dapat dinikmati oleh para wisatawan, maka akan mendorong pembangunan pada wilayah daerah tujuan objek wisata.
Kaltim adalah salah satu wilayah dari Indonesia yang memiliki keunggulan wisata yang bisa dikatakan sangat beragam dan tidak hanya satu zona akan tetapi dari semua zona, baik dari hutan, sungai, laut, dan adat dan prilaku (kemajemukan) masyarakat kaltim, souvenir dari daerah kaltim tidak kalah banyaknya. Dengan memanfaatkan keunggulan objek wisata yang ada maka dunia pariwisata yang ada di Kaltim akan terus berkembang dan tak akan ada henti hentinya, secara otomatis setiap waktu dan setiap saat akan bermunculan objek wisata yang baru, serta keindahan baru yang pasti tidak akan membuat bosan para wisatawan untuk berkunjung ke Kaltim walau berkali kali. Beberapa keunggulan wisata yang ada di KalTim
Keunggulan pertama objek wisata yang beragam, Kaltim memiliki tempat wisata yang sangat beragam dan cukup banyak, keragaman objek wisata sangat berhubungan erat dengan luas wilayah Kaltim, wisata hutan (contoh Taman Nasional Kutai, Bukit Bangkirai, Bukit Batu Dinding, dan masih banyak yang lainnya) wisata susur sungai (susur sungai mahakam dari hilir ke hulu PP) dan wisata laut (Derawan, Maratua, Labuan cermin dan objek laut lain yang masih banyak di wilayah Kaltim).
Keunggulan kedua objek wisata Kaltim adalah kebudayaan dan tradisi masyarakat yang masih dijaga dengan baik ditengah kemajuan dunia yang semakin modern, wisata budaya banyak diburu oleh para wisatawan (dalam dan manca negara) karena dapat memberikan nilai pengalaman dan menunjukan keaslian dari budaya serta wajah dari suatu daerah asal,
Kemajemukan Masyarakat merupakan keunggulan wisata yang dimiliki Kaltim, penduduk daerah tidak hanya dikuasai satu suku akan tetapi banyak suku yang hidup di wilayah Kaltim, dan ini merupakan aset yang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena dengan keragaman maka akan menjadi nilai jual tersendiri bagi daerah.
Keunggulan lainnya adalah memanfaatkan lubang lubang bekas tambang yang tidak terurus dijadikan tempat wisata buatan dengan berbagai macam fasilitas permainan yang modern dikelolah oleh pemerintah, maupun swasta, atau kolaborasi keduanya sehingga dapat menjadi tempat yang mempunyai nilai jual tinggi bukan lagi sebagai momok yang menakutkan bagi masyarakan sekitar lubang bekas tamabang tersebut, tapi menjadi pendapatan keuangan bagi warga sekitar.
Akan tetapi akhir akhir ini semenjak adanya COVID 19 hampir semua kegiatan mengalami pukulan yang sangat berat sehingga banyak yang terhenti, terutama dari sektor pariwisata. Pemerintah Indonesia berusaha dalam pemulihan ekonomi di semua sektor terutama sektor pariwisata dengan mengedepankan prioritas aspek kesehatan. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang harus segera didorong untuk pemulihan disebabkan dengan pariwisata peluang paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja.
Para pelaku wisata di Kaltim (biro perjalanan, hotel dan rumah makan) telah banyak berjuang keras untuk mengenalkan wisata yang ada di daerahnya baik secara nasional maupun manca negara, Insya Alloh dengan adanya kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku bisnis wisata berjalan dengan baik maka wisata Kaltim akan dikenal kedepannya dan akan bermunculan juga UMKM yang kreatif di daerah Kaltim, serta adanya dukungan pemerintah pusat. (**)
Editor : izak-Indra Zakaria