UPAYA penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu ke Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda terus jadi perhatian. Meski berhasil digagalkan petugas, evaluasi demi pencegahan kejadian berulang tetap dilakukan.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Hidayat mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan beberapa pihak. Demi melakukan pengacakan sinyal jaringan di lingkungan lapas. Tujuannya agar tidak ada jaringan seluler maupun internet yang bisa ditangkap di udara. "Kemungkinan itu terjadi (penyelundupan barang haram) karena ada komunikasi lewat handphone. Jadi kami sedang mengupayakan pengacak sinyal," paparnya.
Dia berharap hasilnya bisa signifikan agar benar-benar tidak ada jaringan di lingkungan lapas. Bagi tahanan yang ingin berkomunikasi dengan keluarganya bisa dilakukan melalui warung telepon khusus (wartelsus). "Kami sudah buatkan wartelsus gratis. Itu untuk pencegahan agar tidak berkomunikasi sembunyi-sembunyi," sambungnya.
Menurutnya, mengurus warga binaan sama dengan mendidik anak. Walau ketika ditanya tidak mengakui, kadang ada saja yang nyeleneh. "Terus yang masuk ke sini (lapas) kan semuanya penuh persoalan. Yang ke sekolah baik-baik saja masih bisa ada kejadian yang tidak terduga. Apalagi memang sudah mengurusi yang begini (warga binaan)," imbuhnya.
Termasuk petugas lapas, diberi pengetatan. Ketika masuk lingkungan lapas harus menjalani pemeriksaan. Hidayat memastikan handphone para petugas juga telah diberikan kode khusus. Sehingga tidak boleh membawa alat komunikasi yang tak memiliki kode khusus. "Kalau bawa handphone tidak memiliki kode khusus pasti ketahuan. Dan itu sudah jalan," kuncinya. (dra)
ASEP SAIFI ARIFIAN
@asepsaifi