BERN–Kota Bern, Swiss, akan selamanya terpatri dalam benak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan keluarganya. Sebuah peristiwa memilukan yang melibatkan putra pertama Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, terjadi di ibu kota Swiss tersebut.
Si sulung yang biasa dipanggil Eril itu hanyut terbawa arus Sungai Aare, Bern, pada 26 Mei 2022, kemudian ditemukan pada 14 hari kemudian, tepatnya pada Rabu, 8 Juni 2022. Jenazah remaja yang saat meninggal ketika berusia 22 tahun, dan jenazah diterbangkan dari Bandara Zurich pada Sabtu (11/6).
Kendati jenazah Eril sudah kembali ke Indonesia, dan dimakamkan di permakaman Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6) pagi, namun kesedihan yang tertinggal di Bern masih akan terus terasa. Terutama ketika melihat Sungai Aare, tempat di mana Eril tenggelam. Bahkan, kesedihan pun dirasakan oleh warga lokal di sana.
Warga Bern, Cameron Weisskopf, menuturkan mendengar kabar sedih tenggelamnya Eril, dan selalu mengikuti perkembangannya. Dia bersyukur akhirnya Eril ditemukan. Di saat bersamaan dia juga merasa pilu, karena Eril diangkat ke permukaan dalam keadaan sudah tak bernyawa. ’’Saya bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarganya (Eril, Red) menghadapi kejadian tersebut,’’ ungkap perempuan yang ditemuai di kawasan Bern Expo tersebut.
Perempuan yang bekerja di sebuah restoran itu pun mengirimkan ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum Eril.
Warga Bern lainnya, Jan Lehmann, menuturkan, banyak dari warga kota Bern yang mengikuti perkembangan pencarian tersebut. Dia mengatakan, setiap tahun memang selalu ada sejumlah orang hanyut saat berenang di Aare. Namun, kasus Eril tersebut menurutnya spesial, karena mendapatkan banyak perhatian.
“Sebenarnya Sungai Aare ini tidak terlalu berbahaya. Tapi, memang harus paham kapan boleh berenang, dan harus tahu juga di bagian mana bisa berenang, lalu di bagian mana yang tidak boleh direnangi,’’ ujar pria yang ditemui di Freibad Marizili, kolam renang umum, yang terletak persis di pinggir aliran Sungai Aare tersebut.
Sementara itu, sebelumnya, saat Eril masih dalam pencarian, Wali Kota Bern Alec Van Graffenried telah mengungkapkan penyesalannya atas kejadian tersebut. Dia mengirimkan surat dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada Ridwan Kamil.
Dalam surat berbahasa Inggris itu dia menulis, bahwa dirinya sejatinya berharap bahwa Ridwan Kamil dan keluarganya mendapatkan kesan yang bagus selama berada di Bern. Namun, dalam kenyataannya, keluarga Ridwan Kamil malah dibayangi kejadian tragis tersebut.
“Kota Bern akan selalu terikat selamanya dengan Anda dan keluarga Anda dengan apa yang sudah terjadi pada akhir pekan yang menyedihkan ini,’’ tulis Van Graffenried di akhir surat sebelum membubuhkan tanda tangannya tersebut. (jpc/luc/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria