Ambisi kebijakan nol kasus Covid-19 mendorong Tiongkok mengunci kota Wugang berpenduduk 320 ribu orang. Penguncian atau lockdown dilakukan setelah penemuan 1 kasus Covid-19 di kota itu.
“Tak satu pun dari 320 ribu orang kota diizinkan untuk menginjakkan kaki ke luar rumah,” kata pemberitahuan resmi seperti dilansir dari NDTV, Rabu (13/7).
Pemerintah setempat menegaskam bahwa kebutuhan dasar akan dikirimkan oleh otoritas setempat. Penguncian dilakukan setelah satu kasus terdeteksi. Tiongkok terpaku pada kebijakan nol-covid, mengatasi wabah dengan penguncian cepat, karantina paksa, dan pembatasan perjalanan yang berat.
Kota ini adalah rumah bagi salah satu perusahaan baja terbesar Tiongkok, Wuyang Iron & Steel Co., yang mengekspor ke Amerika Serikat, Jepang, dan ekonomi utama Barat lainnya, menurut Bloomberg. Negara itu mencatat 347 kasus domestik baru pada hari Selasa (12/7), lebih dari 80 persen di antaranya tidak menunjukkan gejala, menurut Komisi Kesehatan Nasional.
Shanghai Khawatir
Penguncian selama 2 bulan di Shanghai membuat kota ini kembali khawatir karena melihat kota lainnya di-lockdown. Mereka trauma karena kekurangan pasokan makanan dan kelaparan. Sebagian besar dari 25 juta penduduk kota besar itu diperintahkan untuk mendapatkan dua tes Covid antara Selasa dan Kamis saat ini karena angka kasus harian terus melayang di dua digit. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria