SAMARINDA–Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) terus berjalan. Hingga kini capaian sekitar 50 persen. Beberapa kegiatan terus dilaksanakan, dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan, hingga kesejahteraan masyarakat.
Namun, dari usulan program, tidak seluruhnya disetujui. Pemerintah kelurahan menjadi tonggak awal pengawasan berbagai usulan. Seperti di salah satu kelurahan di Samarinda Utara, yakni Sempaja Selatan, yang Senin (18/7) lalu menyerahkan bantuan sembako dan paket pendidikan secara simbolis dari wali kota kepada warga.
Lurah Sempaja Selatan Deddy Wahyudi menjelaskan, terkait pengelolaan Pro Bebaya di wilayahnya, selama ini program tersebut berbasis masyarakat. Dimulai dari pertemuan dengan para ketua RT untuk menawarkan beberapa program yang bisa dilakukan, misalnya terkait kesejahteraan rakyat, dimulai pemberi alat pendukung pendidikan, pembagian sembako bagi warga miskin yang datanya diambil Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang di-update dengan bantuan mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN). "Termasuk program mandatori dari pemkot, semisal pembiayaan BPJS yang saat ini berproses dengan target 162 warga," ucapnya, Selasa (19/7).
Terkait pembangunan infrastruktur, Deddy menyebut tidak seluruh usulan disetujui. Misalnya usulan pembangunan gapura dan marka kejut. Pasalnya, hal itu dianggap tidak urgensi. Alasannya, dua item pembangunan itu menyebabkan hambatan ketika kejadian darurat kebakaran, dan lainnya. "Kami verifikasi dulu, ketika kurang bermanfaat, disarankan untuk beralih, misalnya pembangunan mesin pompa maupun drainase dalam rangka pengendali banjir, atau bisa dialihkan untuk kegiatan peningkatan skill seperti pembuatan roti dan menjahit, dengan menggandeng beberapa LPK hingga pengusaha," ujarnya.
Dia menjelaskan, di anggaran murni APBD 2022, anggaran yang disiapkan pemkot sekitar Rp 75 juta telah dibuat jalan lingkungan, saluran drainase, penerangan jalan umum, CCTV, sarana air bersih, membangun balai RT untuk mendukung kegiatan posyandu dan dasa wisma. Namun, dalam pelaksanaan anggaran yang dialokasikan terkadang tidak mencukupi, seperti rencana pembangunan gorong-gorong di RT 27, Kelurahan Sempaja Selatan, di mana kekurangan anggaran dipenuhi warga secara swadaya. "Pro Bebaya memancing warga untuk ikut berpartisipasi mensukseskan pembangunan, sehingga warga memiliki rasa memiliki dan merawat infrastruktur tersebut," ucapnya.
Dia berharap dengan Pro Bebaya, warga memiliki kepedulian terhadap lingkungannya, dari pengendalian banjir, sarana jalan, penanganan sampah hingga pendidikan dan kesejahteraan. Agar Samarinda menjadi kota pusat peradaban sesuai jargon wali kota dan wakil wali kota. Bahkan dari sisi kebersihan pihaknya telah membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi untuk pembangunan TPS di aset pemprov, tepatnya Jalan Perjuangan. "Secara koordinasi sudah sampaikan ke dinas terkait, dan mendapat restu gubernur. Tinggal administrasi surat menyurat dari DLH saja agar terealisasi," tutupnya. (dra/k8)
DENNYSAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria