Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wabup Kecewa, Banyak OPD Mangkir dalam Rakor Penanganan Stunting

uki-Berau Post • Minggu, 24 Juli 2022 - 03:31 WIB
Gamalis
Gamalis

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis mengaku kecewa terhadap beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkab Berau. Kekecewaan itu diutarakannya saat memimpin rakor dalam upaya menurunkan angka stunting di Berau, Kamis (21/7) lalu. 

Dalam rakor yang digelar di ruang rapat Sangalaki tersebut, disebut Gamalis, banyak OPD yang tidak hadir. Padahal penanganan stunting merupakan salah satu program nasional yang juga harus menjadi perhatian di Bumi Batiwakkal. Seharusnya kata dia, jika pimpinan OPD memang berhalangan hadir, setidaknya mengirimkan utusannya untuk mengikuti rapat tersebut. 

"Beberapa (OPD) ada yang tidak datang. Camat saya bisa hitung yang hadir berapa, sekcam (sekretaris camat) juga begitu. Kalau lurah saya tidak tahu hadir atau tidak. Artinya bisa dinilai, bagaimana keseriusan kawan-kawan ini terhadap penanganan stunting," ujarnya kepada awak media. 

Dijelaskannya, penanganan stunting bukan main-main. Penurunan stunting berkaitan dengan data provinsi dan nasional. Bahakan untuk Berau saja, ditarget bisa menurunkan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024 nanti.

"Ke depannya, kawan-kawan OPD dapat merespons ini lebih positif lagi. Hal ini diharapkan bisa menjadi perhatian bersama," tegasnya. 

Lanjut dijelaskannya, pada tahun 2021 lalu, Berau ditarget harus bisa menurunkan stunting sebesar 25,7 persen. Yang mana kata dia, target itu sudah tercapai. Sementara di tahun 2022, Berau ditarget menurunkan stunting sebanyak 21,8 persen. Ia menilai, upaya dalam menurunkan stunting ini memang diperlukan keseriusan, bersinergi, dan memaksimalkan upaya antar-OPD. 

"Namun, Berau diharapkan mampu menurunkan angka stunting lebih dari target yang diberikan nasional. Itu harapan kita," tuturnya. 

"Jika kita dapat bekerja bersama-sama, artinya ada sebuah konektivitas secara global di Berau, kita bisa menyelesaikan persoalan stunting ini jauh lebih baik," lanjutnya. 

Sementara itu, untuk tahun 2023, Berau ditarget menurunkan angka stunting hingga 17,44 persen. Sementara di tahun 2024, secara nasional setiap daerah harus mampu menurunkan stunting sebesar 14 persen. Dikatakannya, angka 14 persen itu merupakan target secara nasional. Tapi Kabupaten Berau memiliki target 13,80 persen. 

 

"Ini di bawah target nasional. Harapannya ke depan, dengan target nasional ini, diminta kepada OPD terkait harus bisa bergerak bersama menurunkan angka stunting sesuai dengan target nasional ," bebernya. (mar/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Berau