TANJUNG REDEB – Adanya aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali menjadi perhatian Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah. Sebagaimana diketahui, dalam dua pekan terakhir jajaran Polres Berau kembali melakukan penangkapan terhadap dua tersangka atas hal tersebut.
Sebagai wanita, Syarifatul sangat terpukul dengan masih adanya kasus pelecehan dan pencabulan terhadap anak tersebut. Apalagi menurutnya, yang menjadi tersangka adalah keluarga dekat korban itu sendiri. “Sangat miris saat saya mendapatkan informasi adanya kasus tersebut, apalagi kakak yang seharusnya menjaga dan membimbing malah menjadi tersangka kasus pencabulan,” ujarnya kepada Berau Post, Selasa (27/9).
Dirinya pun mengutuk para tersangka yang melakukan kasus tersebut. Bahkan, ia meminta kepada instansi terkait untuk memberikan sanksi berat kepada para tersangka, yang saat ini berada di balik jeruji besi. “Saya meminta agar bisa dihukum seberat mungkin, karena ini merusak masa depan anak bangsa. Apalagi yang terjadi beberapa waktu lalu kakek yang melakukan pencabulan hingga cucunya melahirkan,” ucapnya.
Politisi Partai Golkar itu juga mengatakan, dengan memberikan hukuman berat bagi tersangka kasus pencabulan ataupun kekerasan terhadap wanita dan anak, menurutnya hal tersebut bisa memberikan efek yang baik, sehingga para pelaku akan berpikir panjang untuk melakukan hal tersebut. “Hukumannya juga harus setimpal, agar para oknum yang ingin melakukan bisa berpikir panjang,” katanya.
Ia juga meminta kepada para orangtua untuk bisa selalu menjaga anaknya. Karena menurutnya, hal seperti ini bisa kapan saja terjadi, bahkan banyak yang menjadi tersangka adalah orang di sekeliling bahkan keluarga dekat. “Di sekolah juga sangat penting untuk melakukan sosialisasi, karena saat ini banyak para anak belajar di sekolah,” katanya.
Dan juga untuk dinas terkait, ia berpesan agar lebih meningkatkan lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat, salah satunya pada saat melakukan posyandu ataupun kegiatan lainnya. “Agar masyarakat luas bisa lebih paham tentang kasus seperti ini,” tandasnya. (aky/sam)
Editor : uki-Berau Post