Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ismail Bolong Dibilang Berbohong, Bantah Menekan, Pengacara Brigjen Hendra Siapkan Laporan

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 12 November 2022 - 00:00 WIB
Sidang terdakwa kasus obstruction of justice atau perintangan proses penyidikan terkait perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Hendra Kurniawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Sidang terdakwa kasus obstruction of justice atau perintangan proses penyidikan terkait perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Hendra Kurniawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

BALIKPAPAN-Video pengakuan Ismail Bolong terkait tambang batu bara ilegal dan setoran kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto terus menggelinding. Sebagaimana diberitakan, beredar video testimoni purnawirawan Polri bernama Ismail Bolong yang mengaku pernah memberikan setoran dengan nilai total Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Upeti tersebut diberikan untuk mengamankan bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur. Salah satu lokasinya berada di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, tak lama setelah video itu menyebar, muncul video susulan yang berisi klarifikasi dari Ismail Bolong. Dia membantah semua ucapannya di video pertama. Dia mengaku mendapat tekanan dari Brigjen Hendra yang kala itu menjabat Karo Paminal Divpropam. Hendra kini terjerat kasus pembunuhan Yosua bersama Ferdy Sambo.

Tudingan itu membuat kuasa hukum Brigjen Hendra, Henry Yosodiningrat menyerang balik Ismail Bolong. Kepada pewarta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (10/11), Henry mengatakan, Ismail Bolong telah melakukan fitnah. Karena itu, pihaknya mempertimbangkan membuat laporan polisi terkait keterangan Ismail Bolong dalam video kedua yang dia unggah pekan lalu. "Ismail Bolong berbohong, itu satu. Keterangan dia itu cerita seperti kayak orang mabuk," kata Henry.

Dia melanjutkan, Hendra tidak mengenal Ismail Bolong, yang merupakan mantan anggota Polresta Samarinda. Hendra, kata dia, tidak pernah memaksa Ismail Bolong membuat pernyataan. "Hendra Kurniawan tidak pernah kenal dengan Ismail Bolong dan tidak pernah menekan atau memaksa untuk membuat seperti itu," ungkapnya. Menurutnya, bukan hanya Ismail Bolong yang membuat rekaman testimoni, tapi semua yang terkait yang diperiksa agar memperkuat keterangan satu dengan keterangan yang lain. “Jadi bukan hanya Ismail Bolong," imbuhnya. Henry pun bertanya-tanya atas sikap Ismail Bolong yang tiba-tiba mencabut pernyataannya dan menuding Hendra. Dia pun curiga ada yang menekan Ismail Bolong.

 "Sekarang siapa yang menekan dia? Mengatakan bahwa minta maaf kemudian yang saya ceritakan dulu yang saya buat dulu adalah ditekan oleh Hendra Kurniawan terus apa lagi," kata dia. Karena itu, sekali lagi Henry menegaskan apa yang disampaikan Ismail Bolong adalah tidak benar. Hendra, tegasnya, tidak pernah memaksa Ismail Bolong. "Saya hanya tanya sama Pak Hendra apakah benar Anda menekan Ismail Bolong untuk membuat testimoni seperti itu. Dia bilang nggak kenal, itu fitnah," ungkap Henry. Karena itu, pihaknya mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi terkait keterangan Ismail Bolong yang telah mencemarkan nama baik Hendra Kurniawan. Di sisi lain, setelah dua video itu beredar, keberadaan Ismail Bolong bak ditelan bumi. Upaya konfirmasi oleh awak Samarinda Pos tidak berhasil dilakukan. Rumah mewahnya di Jalan Rajawali Dalam, Sungai Pinang, sempat didatangi awak media. Namun, Ismail Bolong tidak ada di tempat. Seorang anggota keluarganya yang ditemui Samarinda Pos menyebut Ismail Bolong tengah berada di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). (kpg/riz/k16)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria