Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Usai Ditabrak, Perkembangan Jembatan Mahakam Segera Dibeberkan

izak-Indra Zakaria • Kamis, 29 Desember 2022 - 19:05 WIB
SIAP DIEVALUASI: Imbas Jembatan Mahakam kerap ditabrak tongkang bermuatan, evaluasi dilakukan agar fasilitas publik yang sudah jadi ikon Samarinda itu bisa berfungsi lama.
SIAP DIEVALUASI: Imbas Jembatan Mahakam kerap ditabrak tongkang bermuatan, evaluasi dilakukan agar fasilitas publik yang sudah jadi ikon Samarinda itu bisa berfungsi lama.

 

Pemeriksaan Korps Bhayangkara terhadap beberapa saksi terkait Jembatan Mahakam yang ditabrak tongkang bermuatan batu bara rampung.

 

SAMARINDA–Hasilnya bakal segera diekspos Polresta Samarinda. Itu demi menentukan tindak lanjut terhadap perkara yang sedang jadi perhatian publik.

            Kasat Polair Polresta Samarinda AKP Teuku Zia Palevi menyebut, mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi. Di antaranya, petugas pandu, assist, serta kru dari TB Mitra Anugerah 1 yang ada di lokasi kejadian. "Hari ini (kemarin) sudah rampung semua. Selanjutnya, kami akan gelar dulu ke Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli. Jadi lengkapnya nanti tunggu hasil gelar," ungkapnya.

Untuk diketahui, kejadian kapal muatan batu bara sebanyak 7.700 ton itu menabrak pilar jembatan terjadi pada Jumat (23/12), sekitar pukul 07.25 Wita. Polisi melakukan penyelidikan demi mengetahui penyebab pasti insiden yang membuat jembatan bergeser sekitar 9 milimeter. Apakah ada kelalaian, atau hanya kesalahan administrasi.

Sementara itu, hasil penyelidikan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Samarinda masih sebatas meminta keterangan saksi. Meliputi, nakhoda, KKM, juru mudi, dan asis. "Sedang proses pemeriksaan, kalau untuk pandunya sudah selesai, artinya sedang berjalan. Sehingga belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya," ungkap Kasi Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Samarinda Capt M Ridha, kemarin (28/12).

Dia memastikan, hasil penyelidikan mereka muatan batu bara yang dibawa TB Mitra Anugerah 1 legal yang berasal dari hulu Mahakam. Saat ini, kapal tersebut sedang ditahan sementara waktu demi proses penyelidikan. "Posisi TB dan tongkang itu di laut kawasan Kutai Kartanegara," pungkasnya.

Di sisi lain, General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Samarinda Jusuf Junus yang dikonfirmasi menegaskan, jika dari kepanduan hanya sebagai penerima advis dan supervisi pelayaran. "Dalam hal mengikuti perjalanan kapal melewati area itu (pengolongan). Pandu tidak punya hak untuk mengambil alih posisi nakhoda, dalam merubah posisi kapal, dan itu tanggung jawab nakhoda," ungkapnya.

Kondisi lebar jembatan pun diklaim jadi momok. Dibandingkan ukuran tongkang, lebar Jembatan Mahakam hanya sekitar 60–70 meter. "Namun, kami tetap melakukan evaluasi, apa yang nantinya menjadi koreksi. Untuk Pelindo, kami berencana menambah personel pandu, yang awalnya hanya ada dua menjadi tiga orang. Termasuk kapal tunda yang awalnya dua menjadi tiga, juga pilot boat-nya ditambah," pungkasnya.

            Sebelumnya, Konsultan atau tim ahli yang ditunjuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Aco Wahyudi menerangkan, mereka telah melakukan pemeriksaan kemarin (26/12) sekitar pukul 13.00 Wita. Diklaim terlihat ada gesekan antara tiang pancang baja dengan lambung kapal ponton.

"Hasilnya di bagian interaksi pancang pipa baja terhadap elemen pile cap pier tiga Jembatan Mahakam tidak terindikasi mengalami kerusakan secara visual. Karena tidak ditemukan pecahan dan kerusakan yang serius pada interaksi pancang pipa baja dengan beton pile cap di bagian bawah," ungkapnya. Namun, temuan baru didapatkan. Ada rekahan baru di sisi kiri bawah pile cap dari hulu sungai. Terindikasi akibat getaran dari beban tumbukan kapal.

"Retak dan pecah di elemen permukaan beton sisi bawah. Namun, sesuai pengamatan, elemen tersebut adalah elemen beton tambalan untuk menutupi patching terhadap elemen beton pile cap sebelumnya," sambung dia.

Selain itu, mereka memeriksa bangunan atas expansion joint di segmen pier tiga. Membandingkan data beberapa tahun sebelumnya mengenai perubahan pergeseran dari expansion joint pada pier tiga. "Memang ada perubahan terhadap posisi expansion joint. Namun, perubahan tidak signifikan, sekitar 4–9 milimeter," jelasnya. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi

Editor : izak-Indra Zakaria