Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Penghapusan Honorer Diyakini Ganggu Pendidikan

uki-Berau Post • 2023-02-11 00:15:55
PUNYA PERAN PENTING: Keberadaan honorer maupun PTT untuk sektor pendidikan di Berau masih cukup penting. Lebih dari 2.000 tenaga pendidikan yang ada masih menyandang status tersebut.
PUNYA PERAN PENTING: Keberadaan honorer maupun PTT untuk sektor pendidikan di Berau masih cukup penting. Lebih dari 2.000 tenaga pendidikan yang ada masih menyandang status tersebut.

TANJUNG REDEB – Jika penghapusan tenaga honorer sebagaimana yang disusun pemerintah pusat sejak beberapa waktu lalu benar-benar diterapkan, diyakini akan berdampak besar bagi sektor pendidikan di Berau. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Yudi Artangali, kemarin (10/2).

Itu katanya, karena tenaga pendidik di Bumi Batiwakkal sendiri diperkirakan ada sekitar 2.000 lebih yang menyandang status tersebut. Sehingga ia berharap pemerintah bisa lebih jernih melihat fakta lapangan.

Menurutnya, bisa saja pemerintah pusat memiliki pertimbangan sebelum benar-benar menerapkan kebijakan itu hingga ke daerah. “Kita akui, bahwa salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki banyak tenaga honorer itu adalah Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ditegaskannya, keberadaan tenaga pendidik honorer itu masih sangat dibutuhkan, bahkan dapat dikatakan urgent. Mengingat kebutuhan tenaga pendidik yang dinilai masih kurang, termasuk tenaga penunjang di sekolah-sekolah dengan status honorer.

“(Pemerintah) Pusat itu buat aturan dengan harapan tertentu, namun harapan kami juga di daerah-daerah tentu dengan melihat kenyataan di lapangan, bahwa tenaga-tenaga ini teramat sangat dibutuhkan, karena kita kekurangan banyak,” ungkapnya.

Dengan peraturan yang akan diberlakukan efektif November nanti 2023 nanti, pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan harus menanggung dampak dari kebijakan tersebut.

Karena itu juga, saat ini pihaknya mulai menyusun sejumlah skenario, yang pastinya sama dengan daerah lain di Indonesia, yang berupaya mempertahankan tenaga pendidik status honorer ini. “Karena fakta lapangan kita masih butuh,” lanjutnya.

Adapun skenario yang dimaksud, seluruh tenaga honorer atau PTT pendidik bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Di awal tahun sudah ada seleksi dengan formasi formasi 700 orang jadi P3K, semoga terwujud, kemudian pengangkatan 2023 ada seleksi lagi dan mudah-mudah bisa teratasi,” jelasnya.

Untuk sebaran tenaga PTT dan honorer disebutnya cukup merata di 13 kecamatan di Berau. Itu menunjukan tingginya angka kebutuhan tenaga pendidik. Apalagi, kuota yang diberikan kepada daerah menurutnya masih belum memadai untuk menutupi kebutuhan tenaga pendidik di Berau setiap tahunnya. (aky/sam)

Editor : uki-Berau Post
#pendidikan