Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Balikpapan Kian Rawan dengan Peredaran Ganja

izak-Indra Zakaria • Selasa, 14 Februari 2023 | 11:51 WIB
Photo
Photo

Awal tahun 2023 ini Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan berhasil menggagalkan upaya penyeludupan dan peredaran gelap narkotika golongan satu jenis tanaman ganja. Satu kilogram ganja kering dan dua batang tanaman ganja diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut. Barang haram itu disita dari dua orang tersangka yakni AWR (37) dan MH (44). Keduanya kini medekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pengungkapan tersebut menjadi bukti jika Kota Balikpapan kian rawan dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika golongan satu jenis ganja. Bahkan Kota Minyak -julukan Balikpapan- dijadikan taget pasar.

Demikian disampaikan Kepala BNNK Balikpapan Kompol Risnoto. Dikatakan, Kota Balikpapan saat ini menjadi target pasar ganja. Baik itu ganja tanaman maupun ganja sintetis atau ganja cair. “Memang di Balikpapan itu mau dijadikan pasar ganja. Konsumennya banyak, karena di sini banyak kafe-kafe. Anak-anak muda yang sedang nongkrong sasarannya,” kata Risnoto diwawancarai baru-baru ini.

Adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), lanjut Risnoto, juga menjadi tantangan ke depan. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan penduduk akan sangat pesat. Tentu membuat kerawanan peredaran narkotika termasuk jenis ganja juga semakin tinggi.

“Sejak ditetapkannya IKN, pertumbuhan penduduk di Balikpapan sebagi penyangga sangat pesat. Sehingga para bandar besar juga melirik peluang itu. Kami imbau kepada masyarakat dan orang tua khususnya untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak,” ungkapnya.

Risnoto mengaku telah melakukan rapat koordinasi secara nasional, salah satunya membahas terkait upaya memberantas peredaran narkotika di setiap daerah. Termasuk di Balikpapan, sebagai penyangga IKN. “Kita sudah bahas dengan seluruh BNNK. Secara luas di Kaltim Khususnya Balikpapan karena adanya IKN ini banyak urbanisasi dari kota lain. Artinya secara demografi bertambah jumlah penduduknya, jadi potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika juga semakin tinggi,” ucapnya. (Fredy Janu/Kpfm)

Editor : izak-Indra Zakaria