Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mahasiswa Kampus Mengajar 5 Siapkan Inovasi Metode Pembelajaran

Wawan-Wawan Lastiawan • Sabtu, 18 Februari 2023 - 13:05 WIB
Ilham Arief, salah satu mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 5 yang siap membantu peningkatan literasi dan numerasi para siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Gorontalo. (FOTO : DOK)
Ilham Arief, salah satu mahasiswa peserta Kampus Mengajar Angkatan 5 yang siap membantu peningkatan literasi dan numerasi para siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Gorontalo. (FOTO : DOK)

 

PROGRAM  Kampus Mengajar merupakan salah satu program flagship dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program Kampus Mengajar adalah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas dengan menjadi mitra guru dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan dasar.

Dengan mengikuti kegiatan Kampus Mengajar, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan diri dan mendapat pengalaman mengajar yang dapat diakui dalam bentuk satuan kredit semester (sks). Hal inilah yang membuat para mahasiswa di seluruh Indonesia antusias mengikuti program ini. Salah satunya, Ilham Arief -- salah satu mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo yang juga peserta Kampus Mengajar (KM) Angkatan 5. 

"Ini merupakan tantangan besar bagi kami sebagai  mitra KM di mana mengupayakan a bagaimana siswa SD mampu berpikir dan ada pemahaman literasi dan numerasi yang baik," kata Ilham di sela acara Pelepasan Mahasiswa KM 5 oleh Mendikbudristek, Jumat (17/2). 

Menurutnya, kondisi sumber daya guru atau tenaga pengajar saat ini sudah cukup melimpah. Namun kualitasnya yang harus ditingkatkan terutama mengenai teknik pemberian pembelajaran. Pasalnya, guru yang ada saat ini sebagian besar cenderung  menggunakan sistem lama dan membuat siswa jenuh. 

"Maka kami akan mencoba beberapa inovasi metode pembelajaran terutama agar siswa lebih aktif di kelas. Dengan mengajak mereka untuk mengeluarkan ide-ide yang terbaik dari mereka . Siswa itu jangan dinilai bodoh hanya dengan ukuran nilai akademik. Nilai memang perlu, tapi jangan ada pemeringkatan pada siswa. Semua harus disetarakan. Karena kecerdasan siswa bukan hanya dari sisi akademik saja," tegas Ilham. 

Hal senada juga diungkapkan Sartika Sri Rahayu atau akrab disapa Tika. Mahasiswi semester 6  jurusan Matematika ini mengatakan bahwa selama 4 bulan ke depan akan fokus dalam peningkatan literasi dan numerasi dengan membuat ruang baca anak. Sehingga anak-anak dapat lebih menarik untuk membaca. "Karena kan belum juga ada pembahasan lebih lanjut mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh sekolah," terang Tika.

Adapun hal lainnya yang membuat Tika tertarik dengan mengikuti program Kampus Mengajar ini adalah adanya rekognisi nilai hingga 20 SKS. Selain itu, ditambah adanya bantuan biaya hidup dan kuliah. 

Diketahui, bantuan  biaya hidup yang diterima mahasiswa peserta Kampus Mengajar sebesar Rp1.200.000,-/bulan (ditransfer langsung ke rekening peserta Kampus Mengajar). Sedangkan Bantuan dana pendidikan UKT akan diberikan secara at cost atau sesuai dengan nominal UKT masing-masing kampus, maksimal dana UKT yang diberikan yaitu maksimal Rp2.400.000 (dibayarkan langsung ke PT sebagai pengurang UKT semester berikutnya).

Sementara itu, salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Negeri Gorontalo , Andi Indra Wulan Sari Ramadani  menerangkan pihaknya akan siap membantu mahasiswa khususnya dalam proses penyusunan program kerja. Tetapi yang utama adalah menyiapkan mental mahasiswa yang akan bersentuhan langsung dengan para siswa di sekolah. 

"DPL lebih memberikan support ke mentalnya mahasiswa. Waktu pertemuan pertama, sharing sessionnya seperti itu. Program ini kan mereka yang harus memberikan dan segi mentalnya pasti akan kaget secara intens selama 4 bulan berhadapan dengan siswa. 

Jadi ini yang saya persiapan kepada mahasiswa. Jika ada kendala di lapangan, saya juga mengimbau agar dikomunikasikan ke saya. Mahasiswa kan kadang juga punya ide terbaru dan terkini yang harus disampaikan ke sekolah. Sedangkan evaluasinya akan dilakukan pada pertengahan dan akhir program," papar Wulan. (*/cha/pro25)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan