Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gantinya Ngopi

uki-Berau Post • Selasa, 28 Februari 2023 - 22:04 WIB
-
-

SEPERTI iklan permen. Hanya beda ceritanya. Ini karena benar-benar gagal minum kopi. Padahal, waktunya sudah diatur sedemikian rupa.

Sehari sebelum ke Tanjung Redeb, Mas Sayfril Teha Noor, sudah menyampaikan pesan WhatsApp kalau akan berangkat bersama Mas Syafruddin Pernyata. Saya tidak bertanya lagi, dalam rangka apa. Sudah bisa ditebak kegiatannya kemana saja.

“Kita bisa ngopi-ngopilah,” kata Syafril. Sayapun mencari-cari warung kopi mana yang cocok. Setidaknya bisa berbincang dengan volume suara sedikit nyaring. Ditambah tawa yang juga volumenya kencang di akhirnya.

“Kami punya acara hari Senin di kantor Diknas,” kata Syafril. Tiba hari Minggu, berarti waktu malam Senin bisa dipakai untuk ngopi-ngopi. Bisa memilih tempat, yang ada live musiknya. Di IP kafe persisnya.

Sayangnya janji ngopi-ngopi itu gagal dilakukan. Keduanya, diajak teman-teman Dewan Kesenian Daerah (DKD) sebagai narasumber. DKD menggelar kegiatan ngobrol bareng soal kesenian. “Kayaknya batal ngopi-ngopi,” kata Syafril.

Diajak ikut bergabung di acara yang berlangsung di Balai Mufakkat. Saya bilang, di sesi dua, sudah tampil sebagai narasumber bersama Erson dan Syarifudin Ithur. Saya kebagian tema pendokumentasian.

Karena batal ngopi-ngopi malam, saya penuhi saja ajakan Pak Makmur ngumpul di Vino Mart, di Jalan Pulau Derawan. Kalau di Balai Mufakkat ngobrol soal kesenian, bertemu Pak Makmur banyak yang diobrolkan. Maklum, saya kan bekas anak buahnya. Anak buah saat Pak Makmur jadi bupati dan berteman dikala tak lagi jadi bupati.

Pak Makmur mengajak saya ke Bidukbiduk. Beliau punya acara dalam kapasitas sebagai anggota DPRD Provinsi. Sekalian, mau melihat perkembangan pembangunan di wilayah pesisir, yang anggarannya dari provinsi. Khususnya jalan. “Kayaknya sekarang ke pesisir itu, sudah lebih baik, kata Makmur.

Saya tak bisa memenuhi ajakan Pak Makmur liburan ke Bidukbiduk. Padahal ingin sekali. Lama sekali saya tidak melihat, bagaimana perkembangan Kecamatan Bidukbiduk yang punya pulau wisata namanya Kaniungan.

Ingin sekali berenang di lautnya yang jernih dan bersih. Ingin sekali menikmati ikan bakar dan sambal terasi buatan Pak Agus, pemilik resor di Kaniungan itu.

Dan dijamulah sop ayam dan mie goreng buatan sang istri. Vino Mart yang lantai duanya disulap jadi kafe, banyak dikunjungi anak muda. Pemandangannya asyik, bisa melihat aktivitas Sungai Segah.

Terus, bagaimana dengan acara ngopi-ngopi dengan dua sahabat saya dari Samarinda? Saya masih harus menunggu konfirmasi. Hari Senin (27/2), masih harus menuntaskan pertemuan dengan teman-teman di perpustakaan dan kearsipan.

Mas Syafril dan Syafrudin Pernyata, lagi-lagi memberikan bimbingan dalam hal penulisan. Ada komunitas penulis yang memintanya agar membagikan ilmunya dalam menulis lagi. Urusan menulis, Pak Syafrudin itu jagonya.

Saya ikutlah bergaung beberapa jam sebelum pertemuan itu berakhir. Hadir pula, Daeng Icang, anggota DPRD dari Partai Gerindra yang menjadi ketua gerakan membaca dan menulis itu. Ia juga ketua alumni Unhas.

Pertemuan usai, jam santap siang tiba. Saya ajak saja menikmati menu masakan di rumah makan Celebes. Tak jauh dari kantor perpustakaan. Rumah makan dengan nuansa Sulawesi.

Sedihnya, juru bakar ikannya lagi sakit. Tak bisa memesan ikan bakar. Mas Syafril memesan Gami Udang, Syafrudin Pernyata memesan ikan goreng dan saya Pallumara saja. Daeng Iccang, pesanannya ayam goreng. Sebelum pesanan utama disajikan, ada makanan pendahuluan es pisang ijo.

Kami menikmatilah santap siang di tepi Sungai Kelay yang arusnya semakin kencang akibat banjir di ulu sungai. Sekaligus, menjadi pengganti ngopi-ngopi yang batal dilaksanakan di malam harinya. @cds_daengsikra (*/sam)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan