TANJUNG REDEB – Kucuran bantuan keuangan (bankeu) provinsi ke Berau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih saat menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kaltim dalam pembahasan koordinasi pemanfaatan dana bankeu 2023, belum lama ini.
Dikatakan Sri Juniarsih, pada prinsipnya Pemkab Berau disebutnya sangat terbantu atas dukungan dana yang selama ini dikucurkan, hal ini juga tak terlepas dari adanya sinergitas dan kolaborasi kerja yang baik bersama perwakilan anggota dewan yang menjabat di DPRD Kaltim.
Dengan koordinasi yang baik itu pula, Berau pun mendapat kucuran bantuan keuangan hingga mencapai Rp 224,5 miliar.
"Tertinggi dibanding daerah lainnya di Kaltim. Serta naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 95 miliar. Pastinya kami berterima kasih sekali atas apa yang sudah dilakukan sejauh ini," ujar Juniarsih.
Dengan anggaran besar tersebut, Juniarsih pun optimistis pembangunan infrastruktur pada tahun ini akan mampu dikebut. Terlebih dari laporan jajarannya hingga triwulan pertama ini, Pemkab Berau sudah menerima transfer daerah sekitar 20 persen.
“Kami yakin seluruh infrastruktur yang sudah direncanakan bisa dikejar hingga akhir tahun nanti,” harapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim, Makmur HAPK, mengaku bahwa kehadirannya bersama anggota DPRD Kaltim lainnya ke Berau, selain ingin menjalankan kewajiban melakukan kunjungan dapil, juga melakukan monitoring serapan anggaran Bankeu tahun ini.
"Karena, anggaran besar tersebut mesti tepat sasaran dan dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga Bumi Batiwakkal," ucap Makmur.
Sehingga pihaknya pun berkunjung guna memastikan betul serapan anggaran khususnya di Kabupaten Berau berjalan maksimal, sesuai dengan rencana kerja pemerintah daerah.
Bahkan ia merincikan, hampir 80 persen penyaluran bankeu difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah desa dan perkampungan Berau.
"Khususnya, jalan-jalan yang bakal dibangun untuk memperlancar perjalanan wisatawan menuju objek di Berau," terangnya.
Disebutkannya, seperti pembangunan jalan kabupaten di ruas jalan Teluk Semanting hingga Kasai, senilai Rp 3,8 miliar. Selain itu, jalan Usiran-Kasai Rp 5 miliar.
Kemudian, pembangunan jalan Sambaliung Rp 4 miliar. Serta pembangunan jembatan Sei Sata Rp 16 miliar. Sementara untuk di objek wisata Teluk Sumbang bakal dikucur anggaran senilai Rp 34,7 miliar. Lalu pembangunan JDU SPAM Labanan, dibantu sebesar Rp 4,5 miliar.
"Terakhir dana desa juga dikucuri cukup besar tahun ini. Hampir sama dengan tahun sebelumnya, yakni senilai Rp 5,4 miliar," ungkapnya.
Lebih jauh, dia juga menyinggung soal pembangunan jembatan Sambaliung yang lepas lebaran tahun ini bakal dikerjakan oleh kontraktor.
Dia meminta, agar pemerintah setempat bisa menaruh pengawasan perbaikan jembatan tersebut karena merupakan akses darat satu-satunya masyarakat wilayah pesisir untuk menuju kota.
“Nah untuk proyek-proyek itu, kontraktornya harus yang bagus. Jangan kerja setengah-setengah,” tegasnya. (mar/arp)
Editor : uki-Berau Post