Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Catatan SYL

uki-Berau Post • 2023-05-02 20:47:14
-
-

HARI Senin (1/5) di warung pojok. Sejak pagi, teman-teman yang ASN sudah hadir. Lho, apa mereka tidak masuk kantor?

Saya baru ingat, kemarin itu tanggal merah. Hari buruh. Hari libur bekerja. Lumayan, ASN dapat jatah libur tiga hari. Bisa berwisata ringan di sekitar kota saja. Bisa sambil rileks di tepian Sungai Segah, sambil menikmati nasi pecel, yang dijajakan pada pedagang.

Atau bisa menikmati suasana di Kecamatan Teluk Bayur. Beli gado-gado udang galah dekat pasar, dan menikmatinya bersama keluarga di Lapangan Steinkollen. Suasana darmawisatanya akan sangat terasa.

Sayangnya, kemarin itu udara panas, tidak memungkinkan kita berlama-lama di tempat terbuka. Makanya saya memilih ke warung pojok pagi-pagi. Setelah menikmati teh susu dan roti bakar, langsung kembali ke rumah.

Saya mencermati aktivitas warga menikmati sarapan pagi Soto Lamongan di sekitar pagar kantor perpustakaan daerah. Ini salah satu kegiatan wisata kuliner warga yang paling sederhana dan murah.

Di ujung jalan, ada penjual gogos dan buras. Sudah lama berjualan di tempat itu. Bagi yang ingin menikmati gogos yang masih panas, bisa membeli di tempat ini. Yang jual ibu-ibu berbadan mungil. Enak menikmati gogos panas dan ayam goreng krispy yang jualan bersebelahan.

Jejeran penjual makanan di kawasan yang dekat dengan dermaga wisata, salah satu tempat yang banyak peminatnya. Ada yang jualan hingga siang hari. Ada yang sampai sore hari. Ada yang hingga malam.

Minum jamu mas? kata perempuan muda yang setiap hari mangkal di tempat yang rindang. Saya hanya senyum-senyum. Ada jamu sehat lelaki, mas, tambahnya. Saya pun tersenyum lagi. Dalam hati, kira-kira jawaban apa yang tepat buat si penjual jamu itu. Mungkin dengan senyuman Ia sudah paham.

Ia menunggu para pelanggannya yang setiap hari minum jamu. Ada empat tukang sol sepatu yang jadi pelanggan tetapnya. Sebagai pekerja sejak pagi hingga menjelang malam, tukang sol sepatu ini perlu tenaga tambahan. Entah jamu apa namanya, agar kuat menjahit sepatu yang alasnya tebal.

Bos, kapan baliho dan spanduk itu bisa diturunkan? kata pekerja sol sepatu. Kan, Idulfitri sudah lewat, tambahnya. Saya katakan itu kewenangan Satpol PP menurunkan baliho yang sudah kedaluwarsa.

Apa terganggu dengan hadirnya baliho berukuran besar dekat masjid di Jalan AKB Sanipah itu? kata saya. Tukang sol sepatu hanya senyum-senyum. Maksud mereka, kalau sudah bisa dibongkar, bahan balihonya mau digunakan untuk menutup atap yang bocor di rumah mereka.

Setiba di rumah, ada beberapa pesan WA yang masuk. Ada yang hanya mengucapkan selamat pagi. Ada yang mengingatkan apa sudah olahraga jalan kaki pagi-pagi. Ada juga yang mengirimkan flayer bergambar wajah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Bukan hanya gambar wajah SYL. Ada catatan singkat di bawah gambar wajah berkumis dan berkacamata itu. Tulisan yang dibuat oleh SYL dalam perjalanan dari rumah dinasnya menuju Istana Presiden untuk mengikuti rapat terbatas pupuk, pada 27 April 2023.

Apa isi catatan itu? SYL memberi semangat bagi sang adik di Makassar yang sedang tersandung masalah. Beberapa pekan lalu saya sempat menyaksikan lewat media sosial, ketika sang adik dari SYL dibawa petugas kejaksaan dengan menggunakan rompi oranye.

Terharu juga membacanya. Yang saya ingat, pada alinea terakhir catatan SYL memuji sang adik. Alinea terakhir itu bunyinya seperti ini Kau hebat, adekku..selalu berpegang pada kebenaran. Tak takut pada apapun. Tak takut pada siapapun...kecuali kebenaran dan Allah sebagai sandaranmu. (*/sam)

@cds_daengsikra

Editor : uki-Berau Post
#Catatan