TANJUNG REDEB – Krisis air bersih yang masih dialami beberapa kampung menjadi sorotan Wakil Ketua II, DPRD Berau, Ahmad Rifai.
Politisi PPP ini meminta, agar Pemkab Berau segera mencarikan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya dengan memprioritaskan penambahan sambungan air bersih.
“Saya banyak mendapat masukan mengenai air bersih. Seharusnya ini bisa menjadi perhatian bersama,” katanya.
Bupati Berau, katanya juga menjabat sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) di Perumda Batiwakkal. Serta anggaran Berau di tahun ini yang cukup besar sekitar Rp 3,5 triliun seharusnya mampu mengakomodir kampung yang belum teraliri air bersih.
“Saya rasa bisa dianggarkan berapa miliar. Untuk ketersediaan air bersih,” ucapnya.
Ia mencontohkan, seperti halnya di Kampung Tubaan, yang dinilainya bisa menarik air dari Kampung Berantai. Di mana kontur tanah lebih tinggi, dan debit air cukup besar, sehingga bisa dimanfaatkan.
“Maka dari itu dengan produksi debit air yang lebih di daerah Berantai bisa menjadi solusi untuk mengaliri kampung lainnya,” ungkapnya.
Dijelaskan Rifai, debit air yang cukup besar di Kampung Berantai, ia yakini bisa saja mengaliri air bersih bagi kampung sekitarnya. Hanya saja, permasalahannya, anggaran belum diposkan di area tersebut, sehingga untuk pengadaan belum bisa terlaksana. Seharusnya, ini bisa menjadi langkah jitu bagi pemkab, terlebih sudah ada sumber air yang nyata.
“Yang terpenting saat ini bagaimana kebutuhan warga sekitar bisa terpenuhi. Jadi OPD diharapkan bisa cari solusi secepatnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemkab bisa memberikan solusi cepat dan tepat, guna masalah air bersih tersebut. Tentunya, kebutuhan air bersih tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat pesisir, namun untuk Segah dan Kelay. Begitu juga Maratua dan Derawan, pasti sangat butuh air bersih untuk keberlangsungan hidup.
“Pendataan perlu juga dilakukan. Kampung mana saja yang membutuhkan, jika dekat dengan debit air bisa saja dianggarkan secepatnya,” tutupnya. (hmd/adv/arp)
Editor : uki-Berau Post