Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wujudkan Berau Bebas Stunting

uki-Berau Post • Jumat, 21 Juli 2023 - 22:24 WIB
SEMINAR STUNTING: Sejumlah kepala sekolah di Berau saat mengikuti seminar stunting yang diadakan Dinas Kesehatan Berau.
SEMINAR STUNTING: Sejumlah kepala sekolah di Berau saat mengikuti seminar stunting yang diadakan Dinas Kesehatan Berau.

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menggelar seminar yang bertemakan peran penting kepala sekolah dan guru dalam mencegah stunting melalui program Aksi Bergizi di Ruang RPJMD Bapelitbang, Kamis (20/7).

Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Setkab Berau, Sujadi menyambut baik terselenggaranya kegiatan seminar kesehatan ini. Karena dalam rangka edukasi kepada kepala sekolah dan guru sebagai pendamping anak di sekolah.

“Diharapkan dapat turut berkontribusi dalam mencegah terjadinya kasus stunting maupun penyakit yang berkaitan dengan kelebihan atau kekurangan gizi,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Lanjutnya, kegiatan seminar kali ini, merupakan tindak lanjut dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20202024 yang saat ini berjalan.

“Salah satu targetnya adalah penurunan kasus stunting hingga 14 persen di tahun 2024 mendatang,” terangnya.

Sujadi menambahkan, program Aksi Bergizi dilaksanakan melalui tiga intervensi utama, yakni sarapan dan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama di sekolah setiap minggu, edukasi gizi yang bersifat multisektor dan komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif.

“Program ini nantinya akan diintegrasikan melalui TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat,” terangnya.

“Sehingga peran aktif dari kepala sekolah dan guru sangat diperlukan dalam menyukseskan terselenggaranya program nasional ini,” tambahnya.

Diketahui, pada tahun 2022, prevalensi anak stunting Kabupaten Berau sebesar 25,7 persen. Lebih tinggi dari Kaltim, yang berada di angka 22,8 persen. Kemudian capaian konsumsi TTD Rematri Berau tahun 2022 sebesar 6,6 persen, sedangkan target tahun 2024 adalah 58 persen.

“Saya harapkan hal ini dapat mendorong kepedulian kita bersama, dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan anak demi kesejahteraan kemajuan daerah kita,” tutupnya. (adm/arp)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan