BALIKPAPAN – Masalah genangan air di Perumahan Griya Permata Asri (GPA) tak kunjung berakhir. Rapat sudah dilakukan berkali-kali untuk menagih janji kontraktor menyelesaikan masalah warga.
Wakil Ketua Komisi III Fadlianoor menyoroti kinerja Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) dalam mengatasi masalah tersebut. Mengingat Disperkim merupakan OPD teknis yang terkait dalam persoalan perumahan.
“Saya sudah bilang kepada dinas terkait untuk turun tangan dan bantu wali kota. Kasihan wali kota,programnya tidak jalan, apalagi sudah ke lapangan,” ucapnya. dia berpendapat, hal terpenting dalam mengatasi genangan air adalah pengembang.
Setiap pengembang harus menurunkan ego masing-masing. Namun semata-mata karena memikirkan warga yang terdampak. Selain puluhan rumah warga, tempat ibadah juga bisa ikut terdampak.
“Kalau dibiarkan sampai ke rumah ibadah, orang tidak bisa beribadah,” katanya. Politikus PDIP ini mempertanyakan bagaimana kondisi GPA sebelum pengembang Daun Village mengupas lahan.
Sebab lahan yang memang berada di dataran rendah ini seperti lembah dan tempat berkumpul air. “Apa sebelumnya pernah banjir. Kalau banjir terjadi setelah pengupasan lahan berarti jelas penyebabnya,” sebutnya.
Menurutnya, Pemkot Balikpapan perlu tegas dalam mengatasi pengembang. Mereka harus melakukan kewajiban dengan membuat saluran drainase dan bendali. Dia pun mempertanyakan bagaimana selama ini pengawasan pemerintah.
“Tolong langkah pertama keringkan air dulu agar masyarakat selamat,” ucapnya. Dia berharap masalah ini tidak berlarut. Sehingga warga yang terdampak di Jalan Cisadane bisa segera beraktivitas seperti sedia kala. (din/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan