Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir Ada tapi Berkurang

izak-Indra Zakaria • 2023-10-05 13:29:50
RAMA SIHOTANG/KP PANTAU LANGSUNG: Andi Harun menyambangi sejumlah proyek penangan banjir, tepatnya di Jalan Jelawat, Kecamatan Samarinda Ilir, Rabu (4/10).
RAMA SIHOTANG/KP PANTAU LANGSUNG: Andi Harun menyambangi sejumlah proyek penangan banjir, tepatnya di Jalan Jelawat, Kecamatan Samarinda Ilir, Rabu (4/10).

Banjir masih menjadi momok yang diwaspadai warga Samarinda. Meski saat ini pemerintah terus melakukan penanganan melalui peningkatan drainase lingkungan, serta normalisasi sungai.

SAMARINDA–Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau proyek penting dalam upaya mengatasi banjir dan meningkatkan infrastruktur kota ini, Rabu (4/10).

Dia mengawasi sejumlah proyek, termasuk pembongkaran permukiman bantaran sungai di Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, serta pembangunan drainase di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, yang terhubung dengan saluran di Jalan Jelawat.

Pengendalian banjir tidak rumit karena Tuhan YME telah memberikan sungai sebagai sarana alami untuk menampung curah hujan. Namun, dia mengingatkan bahwa banjir terjadi karena air hujan tidak seluruhnya mengalir ke sungai. Salah satu penyebabnya, kesalahan dalam penataan permukiman serta terdapat sedimentasi di saluran karena kiriman lumpur hingga penyempitan karena perkembangan permukiman sekitar sungai. “Dalam upaya penanganan banjir, pemerintah telah memulai dari hilir dan tahun depan akan melanjutkan hingga bagian tengah dan hulu sungai. Jika semuanya berjalan lancar, pada 2025, pintu air akan dibangun di bibir Sungai Karang Mumus (SKM). Hal itu akan melindungi Samarinda dari potensi banjir rob yang datang dari Sungai Mahakam," ucapnya.

Ia juga menambahkan, mekanisme pintu air akan menutup ketika level air Mahakam naik, dan terbuka ketika air kembali normal, sehingga air dari SKM dapat mengalir ke Sungai Mahakam. “Proyek itu juga akan memasukkan jalur keluar-masuk bagi nelayan dan jaring penangkap sampah,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pembangunan drainase di Jalan Otto Iskandardinata, politikus Gerindra itu mengungkapkan, proyek tersebut sedang berlangsung dengan anggaran Rp 12,2 miliar, dan telah mencapai progres 85 persen. Mereka menargetkan proyek selesai pada Desember mendatang. Drainase memiliki panjang 629 meter di sisi kanan, dan 306,5 meter di sisi kiri. Meski masih ada sekitar 284,5 meter yang harus diselesaikan, biayanya sekitar Rp 3,1 miliar. “Kami berharap dengan drainase itu banjir di wilayah Jalan Otto Iskandardinata dapat dikurangi. Selain itu, proyek itu juga akan membantu mempertahankan keamanan badan jalan dan merapikan papan reklame yang ada di tepi jalan,” ucapnya.

Tahun ini, melalui APBD Perubahan 2023, pemerintah sedang menyusun dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) untuk membebaskan rumah-rumah di bantaran sungai sub-sistem DAS Sungai Dama, yang mengalir dari kawasan Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, menuju SKM. Diharapkan tahun depan penilaian dan pembebasan lahan dimulai. “Bagi yang memiliki sertifikat tanah akan diberikan ganti rugi, sementara bagi yang tidak memiliki sertifikat akan diberikan bantuan pemindahan sebagai bentuk santunan,” sebutnya.

Dengan berbagai proyek yang sedang berlangsung dan direncanakan, menjadi bukti komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur kota dan mengatasi masalah banjir di Samarinda. “Semuanya demi kesejahteraan dan kenyamanan warga,” tutupnya. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria