DI sudut Jalan Propinsi, Km 9, Kelurahan Nipanipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), menjadi pusat perhatian masyarakat selama sepekan terakhir karena bunga tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) bermekaran. Bunga warna-warni itu tak hanya mempercantik wajah kota, atau lebih tepatnya depan Kantor Bupati PPU, tapi juga kawasan tersebut mulai menyerupai suasana di Jepang.
Angin sedang yang menerpa pohon tabebuya di musim kemarau yang diperparah el nino sekarang ini kemarin tampak menggugurkan bunga-bunga berwarna ungu, putih, dan pink, dan berserakan di kaki pohon. Sementara itu, tampak di bawahnya sejumlah gadis muda dan ibu-ibu mengabadikan momentum bermekarannya bunga asli Brasil itu dengan foto bersama. “Ini benar-benar seperti di Jepang,” kata salah satu perempuan yang kemarin tampak bersama rekan-rekannya mengambil foto dengan latar belakang bunga-bunga tersebut. Dalam sepekan terakhir ini, mekarnya bunga dengan panjang 3–11 sentimeter, berbentuk terompet dan bergerombol itu juga mewarnai media sosial, seperti Facebook, Instagram (IG), dan jadi bahan percakapan di sejumlah grup WhatsApp (WA). Banyak juga yang memvideokannya untuk status di WA atau reel di FB.
“Pohon-pohon itu merupakan pengadaan tahun 2019. Jumlahnya 540 tegakan dengan estimasi 10 persen yang diperkirakan rusak. Bunga tabebuya itu kami sebar di beberapa titik lokasi, antara lain, titik nol trotoar rest area di Km 9. Jarak tanamnya 6 meter, dan empat tahun kemudian setelah ditanam baru bunganya mekar seperti sekarang ini,” kata Kepala Seksi Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkim) PPU Ika Yanuaris saat ditemui Kaltim Post, Selasa (3/10).
Setelah ditanam kedalaman 1 meter, lanjut Ika Yanuaris didampingi tim teknis penanaman tabebuya Hairul Aswad, kemudian diuruk dan diberi pupuk kandang dan sekam. Dijelaskannya, pemupukan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan jumlah menyesuaikan karena khawatir pohon bisa mati karena kepanasan akibat pupuk yang terlalu banyak. “Kami request tabebuya yang berbunga pink. Kemudian, tumbuh warna ungu, putih. Ada juga warna kuning itu penanaman sejak lama,” jelasnya. Selain di Km 9, bunga ini juga mereka tanam mulai dari Gerbang Madani sampai bundaran jalan di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam sekira 3 kilometer. “Tapi, yang di sini sifatnya tambal sulam,” ujarnya.
Dijelaskannya pula, bibit pohon tabebuya itu dibeli dari Malang, Jatim, dan terinspirasi penanamannya setelah mereka melihat pertumbuhan bunga tersebut sangat menarik di Surabaya, Jatim. “Kami sempat pesimistis tidak berbunga. Apa gara-gara cuaca dan faktor tanah yang tidak cocok, ya? Alhamdulillah, ternyata, sekarang bunganya bermekaran, dan turut senang karena sekarang ini jadi tempat masyarakat berfoto ria,” kata Ika Yanuaris. (far/k15)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : izak-Indra Zakaria