SAMARINDA - Kabar pesan berantai yang menyebut mantan gubernur Kaltim Isran Noor bakal dilantik menjadi menteri pertanian (Mentan) ramai jadi perbincangan. Seperti diketahui Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun belakangan, berita soal Isran Noor yang digadang akan jadi satu-satunya menteri dari Kaltim tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya. Namun demikian, sosok mantan Bupati Kutai Timur tersebut diklaim paling ideal menjadi pengganti SYL.
Pengamat politik Universitas Mulawarman Budiman Chosiah menyebut, dipilihnya Isran Noor menjadi pengganti SYL cukup beralasan. Pasalnya, Mentan yang berhenti itu merupakan kader Partai NasDem. "Sementara kita tahu untuk komposisi menteri itu kan grafis data dari kualitas. Kalo ukuran dari NasDem, beliau punya peluang. Kemudian dari dari latar belakang pendidikan, beliau memang sarjana pertanian," urainya.
Artinya, lanjut Budiman, kalau memperhatikan kapasitas kapabilitas berdasarkan background pendidikan, Isran Noor punya peluang. Kemudian alasan lain dari sisi pengalaman di pemerintahan cukup mempuni. "Meskipun misalnya latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan jabatannya, tapi kalau dari sisi pengalaman, maka itu memungkinkan. Sehingga kalau menurut saya banyak faktor yang membuka peluang bagi beliau untuk menjadi Menteri Pertanian," paparnya.
Soal isu yang beredar di media sosial dan jadi perbincangan, Budiman menegaskan, tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. "Intinya kalau sudah ketemu Pak Jokowi itu ada kemungkinan. Karena tipe presiden saat ini untuk mengangkat seorang menteri harus ketemu. Nah kemarin beliau (Isran Noor) baru datang dari mana? Apakah dari ketemu Pak Jokowi, tidak ada yang tahu. Meski beberapa minggu lalu, mantan menteri pertanian asal Sulawesi Selatan Pak Amran Sulaiman telah ketemu dengan Pak Jokowi," sambungnya.
Dia melanjutkan, alasan memilih Isran Noor menjadi menteri yang jadi salah satu magnet adalah figurnya merupakan representasi dari Kaltim. Karen akan mengherankan misalnya ketika IKN sudah bukan putra daerah, Pj Bupati PPU dan Pj Gubernur juga bukan dari putra daerah. "Kalo dalam konteks politik untuk mendiamkan orang atau pun daerah, setidaknya harus ada perwakilannya (di pusat)," sebutnya.
Kalau pun Isran Noor menjadi menteri, setidaknya itu mengakomodir kepentingan daerah. Dan mengubah kekecewaan masyarakat lokal dari beberapa peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya. "Setidaknya itu menjadi obat penawar. Apalagi dasarnya sudah ada, bahkan pernah menjadi penyuluh pertanian. Artinya dengan berbagai krisis yang ada berkaitan dengan pangan, setidaknya harus menempatkan orang sesuai dengan latar belakang pendidikannya," pungkasnya.
Dikonfirmasi Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim Syarifah Alawiyah soal Isran Noor bakal dilantik sebagai Mentan mengaku belum tahu. Ketika begitu informasi tersebut tersiar, diklaim pihaknya sudah melakukan pengecekan tetapi belum terkonfirmasi kebenarannya. "Karena malam ini (kemarin) beliau (Isran Noor) baru tiba di Indonesia Pukul 22.00 Wita. Kan isunya Pukul 22.00 Wita dilantik. Tapi mudah-mudahan isu itu menjadi doa, untuk mantan gubernur kita," ungkapnya
Ditegaskan, bila kabar tersebut benar adanya maka bakal menjadi kebanggan terhadap masyarakat Benua Etam. Namun sayang informasi yang ramai di media sosial tersebut tidak akurat. "Masih hoax. Ya mudah-mudahan malam ini beliau tiba di Indonesia, karena memang sedang berada di luar negeri. Dan besok dilantik," harap perempuan yang akrab disapa Bu Yuyun tersebut kemarin.
Senada Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltim, Fatimah Asyari menyebut belum mendapatkan kabar mengenai adanya pelantikan Isran Noor sebagai menteri. Namun jika betul sejatinya masyarakat merasa bahagia dan bangga. "Seorang putra terbaik Kaltim telah diberikan amanah untuk jabatan tersebut. Beliau itu sosok yang cerdas. Indonesia memerlukan sosok seperti Isran Noor," tutupnya.
ASEP SAIFI
@asepsaifi