Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

KIM Bahas Gibran Cawapres Prabowo Malam Ini

izak-Indra Zakaria • 2023-10-13 14:13:41
Prabowo
Prabowo

JAKARTA–Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan mengambil langkah penting terkait sosok bakal calon wakil presiden. Keputusan itu akan dibicarakan dalam rapat para ketua umum parpol yang digelar nanti malam.

Hal itu disampaikan Prabowo Subianto yang ditemui usai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di Kertanegara, Jakarta, tadi malam. Prabowo mengatakan, belakangan ini memang ada banyak kelompok yang mengusulkan nama-nama cawapres kepadanya. Termasuk sosok Gibran Rakabuming, putra presiden Joko Widodo. Namun, dia belum bisa memutuskan.

Keputusan soal cawapres, lanjut dia, akan dibicarakan bersama partai koalisi. Termasuk dalam menyikapi nama Gibran, Prabowo akan membawanya ke rapat antar-ketua umum KIM. "Besok malam (hari ini) akan kita selenggarakan," ujarnya.

Apakah PSI dilibatkan? Prabowo menyebut, pembicaraan terbatas pada partai yang sudah deklarasi mendukungnya. "PSI resminya belum masuk koalisi," ujarnya. Dalam pertemuan dengan PSI, Prabowo secara terbuka berharap dukungan. "Insyaallah kita berharap akan gabung," kata Prabowo.

Meski belum ada kesepakatan, pertemuan Prabowo-Kaesang memberi sinyal positif untuk keduanya. Tiba di lokasi pukul 17.00 WIB, Kaesang bersalaman dan mencium tangan Prabowo. Tak hanya itu, putra bungsu Presiden Jokowi itu mengenakan kaus bergambar Prabowo. Prabowo menerangkan, dari sisi substansi, dia dan PSI menemukan kesamaan. "Ada kesamaan visi, kita menghendaki suatu politik dan gaya demokrasi yang sejuk," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep belum bisa memberikan kepastian soal dukungan partainya dalam pilpres. Dia beralasan, masih ada hal yang dipertimbangkan. "Kalau untuk bentuk dukungan, sabar, jawabannya sabar. Itu kan rahasia," kata dia.

Adapun soal kostumnya yang memperlihatkan gambar Prabowo, Kaesang menganggap sebagai ekspresi. Sebab, dirinya suka dengan Prabowo. "Ya saya kan ngefans," kata Kaesang, disambut riuh.

Sebelum ke Prabowo, Kaesang pekan lalu menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Suami Erina Gudono itu menyebut, tidak ada beda pertemuannya dengan Puan dan Prabowo. Semua sama-sama ingin Indonesia maju.

Di samping itu, Koalisi Perubahan sudah siap mendaftarkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ke KPU. Wakil Sekjen Partai NasDem Siar Siagian mengatakan, dari sisi administrasi, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sudah tidak ada kendala. "Sejauh ini persiapannya lancar, seluruh berkas dokumen yang sesuai peraturan sudah disiapkan," ujarnya kemarin.

Dengan modal tersebut, Siar optimistis rencana mendaftarkan pasangan Amin di hari pertama 19 Oktober bisa terealisasi. "Ya NasDem kan selalu ingin jadi yang pertama, jadi kita upayakan mendaftar pertama," tegasnya.

MK DISOMASI

Menjelang putusan batas usia capres-cawapres, sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) disomasi oleh pergerakan Advokat Nusantara. Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara Peter Selestinus menuturkan, sebenarnya hakim MK pernah dalam posisi yang sama dengan gugatan uji materiel batas usia capres dan cawapres.

"Kepentingan MK diakomodir DPR dan pemerintah untuk mengubah batas usia hakim MK," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Bahkan, batas usia hakim MK itu diubah sebanyak dua kali dari yang ditetapkan undang-undang. Dari batas usia minimal 40 tahun dan pensiun usia 67 tahun. "Terakhir diubah batas usia minimal 55 tahun dan maksimal 70 tahun," terangnya.

Dengan demikian, bila MK menggelar putusan soal batas usia capres dan cawapres, bisa jadi nantinya melakukan gugatan uji materiel untuk mengubah batas usia hakim MK. "Biar praktis, tidak perlu ke DPR lagi," paparnya.

Belum lagi, hubungan kekerabatan Ketua MK Anwar Usman yang merupakan ipar dari Presiden Jokowi. Paman dari Ketum PSI Kaesang Pangarep dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. "Kan yang mengajukan gugatan PSI," jelasnya.

Karena itu, dia mendesak sembilan hakim MK mengundurkan diri dari sidang batas usia capres dan cawapres. Bila tidak, pihaknya akan melaporkan terkait dugaan tindak pidana dan pelanggaran kode etik hakim MK. "Kami berikan waktu 3x24 jam sejak Kamis untuk mengundurkan diri," tegasnya.

Di sisi lain, bacapres Ganjar Pranowo kemarin menghadiri diskusi yang diselenggarakan Jaringan Indonesia (Jari) di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. Dalam diskusi tersebut, Ganjar menjadi pembicara yang diuji oleh sejumlah panelis dari berbagai universitas. Topik yang menjadi pembahasan di antaranya soal pangan, desa, stunting, dan mental health.

Soal pangan, Gubernur Jawa Tengah dua periode itu memiliki gagasan untuk mengembalikan fungsi Bulog sebagai kepanjangtanganan negara dalam mengurusi komoditas pangan. Komoditas tersebut harus diliberalkan agar dapat dikontrol dengan baik. ”Bangsa ini butuh kepastian akan pangan nasional,” ujarnya usai diskusi.

Terkait persoalan mental health, Ganjar mengakui hal tersebut merupakan pekerjaan rumah (PR) yang butuh perhatian serius. Menurut Ganjar, perlu ada ruang untuk berkonsultasi bagi mereka yang stres atau tertekan dengan lingkungan sekitarnya. ”Layanan kesehatan (mental) harus ada,” tuturnya.

Sementara itu, di Kuala Lumpur, Malaysia, bacapres Anies Baswedan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Haji Anwar bin Ibrahim (DSAI). Anies tiba di kantor PM Malaysia sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Didampingi istrinya, Fery Farhati, Anies disambut langsung Anwar Ibrahim.

Anies menyebut pertemuan dengan Anwar Ibrahim merupakan ajang silaturahmi dan berdiskusi. Anies menyebut, Anwar punya latar belakang yang sama, yakni sama-sama menjadi aktivis sejak mahasiswa. Anies dan Anwar juga sama-sama aktif di pergerakan kampus. “Beliau adalah mentor dan role model aktivis bagi kami,” ujar Anies dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos.

GIBRAN SERAHKAN KE WARGA

Kendati namanya makin sering disebut di bursa pilpres, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming masih enggan membahasnya. Ditemui sejumlah awak media di Balai Kota Surakarta kemarin, Gibran tak mau menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai batas umur capres-cawapres. Sesuai dengan jadwal, putusan itu akan diumumkan Senin depan. 

”Itu biar warga yang menilai. Soal istilah mahkamah keluarga, itu juga biar warga yang menilai,” kata Gibran.

Secara terbuka, dia merespons baik semua masukan masyarakat. Baik yang bernada kritik maupun saran. Gibran tidak pernah merasa terusik dengan hal-hal semacam itu. Sebab, bukan dia yang mengusulkan uji materi ke MK. ”Apakah terusik? Nggak. Monggo, itu kan penilaian warga. Itu kan bukan wewenang saya. Tanyakan penggugatnya dong. Biar warga yang menilai,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo dan sejumlah awak media.

Disinggung soal prioritas dalam karier politiknya, Gibran menyatakan bakal mengalir sesuai dengan kebutuhan. Dia masih enggan menjawab saat ditanya peluang untuk maju dalam bursa cawapres jika batasan usia itu benar-benar diturunkan MK. ”Saya ngalir saja. Ya entar aja. Kan umurnya belum cukup. Kan belum tentu dikabulkan. Belum tentu dipilih warga, belum tentu ada yang mendukung,” kata Gibran. (ves/far/idr/tyo/c19/oni/jpg/dwi/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria