Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Asep: Edukasi Orangtua Dulu Sebelum Vaksinasi DBD

Wawan-Wawan Lastiawan • Kamis, 26 Oktober 2023 - 15:59 WIB
Photo
Photo

BALIKPAPAN – Antisipasi kasus demam berdarah dengue (DBD) semakin berkembang pesat di Kota Minyak. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan berencana memberikan vaksinasi DBD kepada anak.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Asep Ahmad Sapturi menuturkan, pentingnya menggelar sosialisasi bagi masyarakat terlebih dahulu. Sehingga mereka mengenal tentang vaksinasi DBD sebelum program berjalan nanti.

Hal ini berkaca pada vaksinasi Covid-19 beberapa waktu lalu. Menurutnya vaksinasi sempat menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat. Maka dalam rencana pemberian vaksinasi DBD, Asep ingin OPD terkait melakukan sosialisasi.

Seperti soal kehalalan vaksin hingga efek yang ditimbulkan dari vaksin tersebut. “Perlu pemahaman vaksin ini halal atau tidak harus dipertegas. Kalau halal, Alhamdulillah. Beberapa tahun lalu hal ini menjadi atensi yang cukup serius bagi publik,” ungkapnya.

Asep bercerita, pihaknya hanya mengetahui rencana Pemkot Balikpapan memberi vaksinasi DBD. Kuota vaksinasi DBD tersedia 10 ribu dosis. Sasaran vaksinasi anak usia 6-15 tahun atau usia SD-SMP.

Ada pun kecamatan dengan jumlah kasus DBD terbanyak akan menjadi prioritas vaksinasi di antaranya Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara. Dia mengingatkan, DKK Balikpapan perlu melakukan edukasi soal vaksinasi DBD.

“Terkadang informasi yang tidak lengkap menjadi ketakutan buat masyarakat. Contoh dari vaksin Covid kemarin ada isu sampai meninggal dan sebagainya,” sebutnya. Sehingga sebagian warga masih takut dengan kata vaksinasi.

Dia mendukung langkah pemerintah dalam upaya menjaga kesehatan generasi muda. Namun tetap perlu sosialisasi yang menyeluruh dan lengkap. Tujuannya agar tidak terjadi salah paham yang membuat wali murid takut.

“Misalnya DKK memberi edukasi bagi orangtua mengenai langkah yang harus dilakukan ketika anaknya mengalami efek vaksin,” ucapnya. Asep menambahkan, puskesmas bisa member edukasi tentang vaksinasi DBD kepada masyarakat.

“Misalnya cara ini sangat positif untuk menghindari DBD,” tuturnya. Sebagai informasi, imbas kasus DBD terus meningkat setiap tahun. Upaya yang dilakukan dengan memberikan suntikan vaksin.

Bahkan Kota Beriman merupakan kota yang lebih dulu mendapat stok vaksin DBD. Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, Kementerian Kesehatan sudah menyatakan peningkatan DBD terus terjadi.

Terutama di kota-kota besar sehubungan cuaca ekstrem. “Banyak daerah kekurangan air hingga menampung air. Itu yang menjadi media pengembangbiakan nyamuk,” katanya. 

Solusinya Dinas Kesehatan Kaltim memberi inovasi baru terhadap penanganan DBD. Ada dua kota di Kaltim yang menjadi lokasi penanganan. Pertama Bontang dengan intervensi pelepasan nyamuk terinfeksi bakteri Wolbachia untuk mengatasi DBD.

“Ini membuat nyamuk seperti mandul,” ucap perempuan yang akrab disapa Dio tersebut. Sedangkan Balikpapan melakukan intervensi dengan pemberian vaksin DBD yang rencana akan berjalan mulai November. (din/adv/pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ADV DPRD BALIKPAPAN